Terhambat Regulasi, Kerjasama BEI dan Bursa Efek Malaysia Tertunda

(Sabtu, 24 September 2016) -

Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek Malaysia berencana melakukan kerjasama. Tetapi, UU Pasar Modal ternyata menjelaskan bahwa kerjasama itu tak sesuai aturan hukumnya.

Financial.id, Jakarta. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk sementara waktu harus menunda keinginan melakukan dual listing dengan Bursa Efek Malaysia. Penyebabnya karena dianggap berbenturan dengan UU Pasar Modal.


Dalam UU Pasar Modal dijelaskan bahwa setiap korporasi asing yang ingin sahamnya tercatat di Indonesia, maka secar yuridis harus berbadan hukum  Perseroan Terbatas (PT). Akibatnya, rencana dual listing tersebut harus disetujui dulu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Namun, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, di Jakarta, baru-baru ini saat menghadiri seminar Pasar Modal Syariah yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Muhammadiyah, bentuk kerjasama dual listing BEI dan Bursa Efek Malaysia itu akan segera terwujud minimal satu tahun ke depan.


Bahkan, ucap Samsul, tahun 2016 ini akan ada satu emiten Indonesia akan terdaftar di pasar modal Malaysia dan begitu juga sebaliknya dengan Malaysia.


Mengenai emiten Malaysia yang nantinya tercatat di pasar modal Indonesia, Samsul hanya menyebutkan yang tergolong jenis syariah. Dia menjelaskan, dibidiknya emiten syariah Malaysia ke Indonesia sebab berkaitan dengan tujuan kerjasama dual listing.


"Kalau tahap awal yang syariah dulu, sebab kita ingin mengembangkan dunia syariah," ujar Samsul. (has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment