Soal Tenaga Kerja, Menaker Sebut Pelatihan Vokasi Kini Penting Dilakukan

(Selasa, 22 November 2016) -

Pelatihan dan pendidikan vokasi merupakan pola yang kini amat penting dilakukan untuk meminimalisir angka pengangguran di Indonesia. Melalui metode seperti itu, diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya.

Financial.id, Jakarta. Menyambut dua tahun kinerja Kementerian Ketegakerjaan, Menteri Hanif Dhakiri melakukan serangkaian kegiatan pertemuan dengan berbagai pihak guna memaparkan hasil yang telah dicapai. 
 
Salah satu hal penting yang disampaikan Hanif dalam pertemuan adalah pentingnya pelatihan vokasi untuk menurunkan angka pengangguran.
 
“Kita memiliki tiga problem utama, yaitu, kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran. Angka pengangguran terus menurun saat ini menjadi yang terendah sejak reformasi yaitu 5,61% atau 7,03 juta penduduk. Namun isu ini tetap menjadi tantangan besar untuk kita terutama jika dilihat dari profil angkatan kerja,” ujar Hanif, kemarin, seperti dilansir dari situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2016, profil angkatan kerja masih didominasi lulusan SD dan SMP yaitu 60,24 % secara keseluruhan yang bekerja sebanyak 118,41 juta. Sementara lulusan perguruan tinggi hanya sebesar 12,24% dan lulusan pendidikan menengah (SMA/SMK) sebanyak 27,52%.
 
“Kelompok terbesar itu belum di treatment secara khusus. Oleh sebab itu saya berusaha menafsir konsep nawacita yang membangun dari pinggiran, membangun dari bawah, dari less educated people," ungkap Hanif.
 
Salah satu upaya dilakukam Kementerian Ketenagakerjaan yaitu melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja yang dimiliki kementerian maupun swasta. Melalui program 3R (Reorientasi, Revitalisasi, Rebranding), BLK yang telah ada akan ditingkatkan kualitasnya agar menghasilkan lulusan lebih banyak dan memiliki keahlian sesuai kebutuhan industri. 
 
Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong pihak swasta agar berinvestasi di SDM melalui beberapa skema, yaitu in-house training milik perusahaan dan mendorong pelatihan vokasional yang lebih fokus dan masif. (has)

Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment