Saksi Ungkap PLK Gunakan Keterangan Palsu Akta Notaris untuk Klaim Aset Nasionalisasi SMAK Dago

(Rabu, 8 November 2017) -

Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat, kembali menggelar sidang tindak pidana keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 dengan terdakwa Edward Soeryadjaya, Maria Goretti Pattiwael dan Gustav Pattipeilohy, Selasa (7/11).

Financial.id, Jakarta. Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat, kembali menggelar sidang tindak pidana keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 dengan terdakwa Edward Soeryadjaya, Maria Goretti Pattiwael dan Gustav Pattipeilohy, Selasa (7/11).


Sidang ke 12 kali ini mengagendakan mendengar keterangan Benny Wullur sebagai saksi pelapor dari pihak YBPSMKJB.


Dalam persidangan, Benny mengatakan bahwa organisasi Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) tidak terkait dengan Het Christelijk Lyceum (HCL) yang dulu merupakan organisasi asing pemilik awal aset lahan SMAK Dago. 


"PLK dan HCL adalah dua organisasi yang berbeda," ujar Benny.


Benny menjelaskan, HCL merupakan organisasi yang resmi dibubarkan secara hukum oleh pemerintah dan tidak lagi memiliki penerus lembaganya. Sedangkan PLK, ucap Benny, merupakan organisasi baru yang sama sekali tidak terkait dengan HCL.


Dalam kesaksiannya, Benny membeberkan ada keterangan palsu dalam Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 yang digunakan PLK sebagai dasar mengakui aset nasionalisasi SMAK Dago. 


Kemudian keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 tersebut dijadikan dasar gugatan di sidang perkara perdata aset nasionalisasi SMAK Dago.


Benny mengungkapkan, ketiga terdakwa kasus keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 yaitu Edward Soeryadjaya, Maria Goretti, dan Gustav Pattipeilohy, merupakan keputusan hasil penyelidikan Polda Jawa Barat.


"Kami hanya melaporkan tentang adanya pemalsuan keterangan Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005. Kami tidak menyebutkan nama orang dalam laporan kami," ujar Benny.


Majelis Hakim PN Bandung yang menangani perkara keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 memutuskan sidang dilanjutkan pekan depan, Rabu (15/11), dengan agenda pemeriksaan dua orang saksi lainnya.(mgl/r)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment