RI Tingkatkan Ekspor Produk Industri ke Iran

(Minggu, 12 Maret 2017) -

Indonesia berupaya meningkatkan nilai ekspor produk industri ke Iran. Beberapa perusahaan nasional bahkan telah menyatakan minatnya untuk menjajaki peluang ekspor ke sana, diantaranya Sinar Mas Group dengan komoditas bubur kertas dan kertas, tisu, serta minyak sawit, PT Tri Mega Baterindo dengan produknya aki mobil, dan PT Kreasindo Resources akan mengirim karet alam.

Financial.id, Jakarta - Indonesia berupaya meningkatkan nilai ekspor produk industri ke Iran. Beberapa perusahaan nasional bahkan telah menyatakan minatnya untuk menjajaki peluang ekspor ke sana, diantaranya Sinar Mas Group dengan komoditas bubur kertas dan kertas, tisu, serta minyak sawit, PT Tri Mega Baterindo dengan produknya aki mobil, dan PT Kreasindo Resources akan mengirim karet alam.


 


“Kita berharap Iran menjadi hub untuk memasuki pasar Asia Tengah dan Timur Tengah. Selama ini, produk Indonesia yang diekspor ke Iran berupa karet alam, minyak sawit, kertas, ban, dan produk kimia. Sebaliknya, produk Iran yang dibutuhkan di Indonesia, antara lain baja, petrokimia, mineral, dan bahan mentah untuk serat sintetis,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai bertemu Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Iran Octavino Alimudin di Jakarta, Jumat (10/3).


 


Airlangga menuturkan, langkah ini perlu didukung kerja sama bilateral di sektor perbankan agar dapat memfasilitasi transaksi pengusaha kedua negara. Sebelumnya, mekanisme pembayaran harus dilakukan melalui perbankan di negara ketiga seperti Uni Emirat Arab, Turki, atau Malaysia.


 


“Kendala utama adalah mekanisme transaksi pembayaran. Untuk itu, diharapkan perbankan nasional seperti BI dan OJK menjalin kerja sama dengan perbankan Iran dalam memberikan fasilitas finansial sehingga produk industri kita bisa lebih banyak masuk ke sana,” ujar dia.


 


Dikutip dari laman Investordaily.com, sementara itu, Dubes Octavino mengatakan, peluang peningkatan ekspor Indonesia ke Iran mulai dibicarakan lagi setelah adanya Sidang Komisi Bersama ke-12 Indonesia-Iran pada November 2016, kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Iran pada Desember 2016, dan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ke Iran pada Februari 2017.


 


“Di dalam pertemuan-pertemuan tersebut juga termasuk dibahas peningkatan ekspor Indonesia ke Iran di sektor industri. Sehingga saya berkonsultasi dengan Bapak Menteri untuk mengambil langkah-langkah agar bisa memperluas akses pasar produk kita ke Iran,” papar dia.


 


Menurut Octavino, pada tahun 2016 terjadi peningkatan transaksi perdagangan kedua negara sekitar US$ 330 juta atau naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 270 juta. “Kita mengalami surplus, dan capaian tersebut menunjukkan bahwa semakin besar produk Indonesia yang masuk ke Iran,” ungkap dia.*** (T/CH)


Sumber : -

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment