Produksi Diprediksi Tumbuh, PT Semen Indonesia Siapkan Proyek Strategis

(Kamis, 24 Agustus 2017) -

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yakin produksi semennya tumbuh empat persen selaras RPJPMN tahun 2015-2019.

Financial.id, Jakarta. Program Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJPMN) tahun 2015-2019 diyakini PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan ikut mendongkrak produksi semennya hingga empat persen dibandingkan tahun lalu.


Tahun 2017, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menargetkan produksi semen 27,4 juta ton atau meningkat empat dari sebelumnya 26,36 juta ton pada tahun 2016.


Demikian dikemukakan Direktur Produksi dan Strategi Bisnis PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Johan Samudra melalui keterangan resmi tertulisnya kepada media, baru-baru ini.


"Semen Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan industri semen nasional, antara lain, 4 integrated plant, 2 grinding plant, 24 packing plant, didukung 30 gudang penyangga dan 12 pelabuhan khusus”, ujar Johan.


Johan mengatakan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sedang menyelesaikan berbagai proyek strategis agar dapat memenuhi perkiraan meningkatnya semen nasional ke depan. 


Proyek strategis itu, ujar Johan, adalah penyelesaian pabrik Indarung VI dan pabrik Rembang. Johan menyebutkan, selesainya kedua pabrik tersebut bakal menambah kapasitas semen enam juta ton per tahun. 


Johan menyampaikan hal lainnya terkait proyek strategis sedang dilaksanakan yaitu pembangunan grinding plant di Banten, pembangkit listrik bertenaga panas buang ramah lingkungan di Tuban. Pembangunan pabrik semen di Aceh dan Kupang kini juga merupakan bagian proyek sedang dikerjakan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.


Johan menyampaikan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melakukan pula ekspansi guna memenuhi permintaan semen di pasar domestik. Tujuannya, ucap Johan, demi mempertahankan pangsa pasar 41,7% dari keseluruhan penjualan semen nasional.


"Semester I 2017, perusahaan mencatat pendapatan Rp 12,7 triliun atau tumbuh dua persen dari tahun sebelumnya Rp 12,47 triliun (yoy).  EBITDA perusahaan tercatat Rp 2,65 triliun atau turun dari sebelumnya Rp 3,41 triliun ( yoy). Perseroan mencatat laba bersih Rp 1,10 triliun atau turun Rp 1,99 triliun dari sebelumnya (yoy),” tutur Johan. (has/sp)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment