Presiden Apresiasi Kinerja Bursa Efek Saat Ini

(Rabu, 5 Juli 2017) -

Presiden mengajak pelaku pasar merasa optimis bahwa ekonomi Indonesia semakin lebih baik. Presiden juga meminta kepercayaan investasi di Indonesia jangan diabaikan.

Financial.id, Jakarta. Presiden Joko Widodo meminta semua kalangan pelaku pasar selalu merasa yakin terhadap masa depan perekonomian Indonesia yang bakal terus meningkat baik.


Imbauan Presiden tersebut disampaikan saat berkunjung ke Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Selasa (04/07), guna meninjau aktivitas bursa efek setelah libur Idul Fitri.


"Ini momentumnya sangat bagus setelah Fitch Ratings, Moody's, kemudian S & P memberikan investment grade kepada kita setelah 20 tahun semenjak 1997. Gunakan kepercayaan ini sebaik-baiknya untuk membangun sebuah persepsi bahwa kita memang baik, layak untuk diberikan predikat layak investasi," ucap Presiden seperti dikutip dari laman resmi situs Kementerian Keuangan. 


Presiden mengingatkan, jangan sampai momentum yang ada terbuang percuma dengan fokus pada hal tidak produktif. Selama delapan bulan terakhir, kata Presiden, energi bangsa Indonesia terpakai untuk hal yang tidak produktif. 


Presiden juga mengapresiasi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat ditutup pada angka sekira 5.910. 


"Kemarin sempat saya lihat Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik di angka sekitar 5.910. Ini sebuah pencapaian lompatan yang sangat tinggi menurut saya," ujar Presden. 


Hal tersebut menandakan amat baik untuk Indonesia karena kenaikan IHSG menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan pasar pada pergerakan ekonomi nasional. 


Kemudian Presiden mengimbau agar perusahaan yang saat ini masih terdaftar di luar negeri untuk segera masuk ke bursa Indonesia. Presiden ingin agar perusahaan-perusahaan tersebut tak hanya sekadar mencari untung di Indonesia. 


"Paling nanti saya panggil satu per satu. Saya mengajak, tidak memaksa. Jangan negara lain yang dapat untung. Berproduksi di sini, berkebun di sini, kok terdaftarnya di Singapura, Hong Kong atau New York? Nanti saya ajak," tutur Presiden.


Selain itu, pemerintah juga akan mendorong anak perusahaan BUMN untuk juga segera terdaftar di BEI. Terdaftarnya perusahaan BUMN diharapkan dapat menghadirkan pendanaan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air. (rul/sp)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment