Petani Terdampak Semen Rembang Dapat Pembinaan Budidaya dari Kementan

(Kamis, 13 April 2017) -

Kementerian Pertanian berkomitmen membina para petani terdampak industri Semen Rembang agar tetap menghasilkan panen berkualitas. Upaya itu sudah dilakukan di Semen Tuban.

Financial.id, Rembang. Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan kesiapannya untuk membina para petani di daerah terdampak pembangunan dan penambangan PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah. 


Demikian disampaikan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana saat ikut serta dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR ke Pabrik Semen Rembang, Kamis (13/4).


Dadih mengatakan, pembinaan yang dilakukan kementeriannya nantinya mencakup teknik cara budidaya pertanian yang baik dan penyediaan infrastruktur sarana yang mendukung pertanian di sana.


“Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian di sini akan bekerja melalui pembinaan masyarakat tani di daerah terdampak serta daerah-daerah pengembangan lainnya agar mampu bertani dengan cara yang baik sehingga produksinya bisa maksimal. Misalnya, menanam jagung jangan sembarangan, harus juga mengatur konturnya,” ungkap Dadih.


Dadih menjelaskan, infrastruktur pertanian yang dimaksud mengacu kepada kelestarian Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. Sisi infrastruktur ketersedian air untuk lahan pertanian salah satunya harus memiliki tujuan bermanfaat.


“Misalnya pembangunan embung, tentu pastinya sudah mempertimbangkan aspek-aspek teknis dan aspek manfaatnya,” tutur Dadih.


Menurut Dadih, Kabupaten Rembang memiliki potensi sektor pertanian yang besar. Kendati begitu, selama ini infrastruktur sarana dan daya dukung yang ada belum sepenuhnya memadai untuk lahan pertanian.


“Dari data lahan pertanian di Rembang, sekitar 33 ribu hektare sebagiannya adalah lahan kering dengan irigasi terbatas. Sama seperti di Tuban, Kementerian Pertanian dan PT Semen Indonesia saling mendukung agar pembangunan tetap berjalan terintegrasi dengan pertanian. Tuban adalah bukti best practise Kementerian Pertaniam dan PT Semen Indonesia,” ujar Dadih. (has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment