Pengamat: OJK Harus Serius Realisasikan Terbentuknya UUS Khusus

(Kamis, 17 November 2016) -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat merealisasikan programnya membentuk unit usaha syariah di perbankan Indonesia. Terbentuknya unit seperti itu akan membuat perkembangan layanan jasa keuangan syariah di Indonesia semakin berkembang.

Financial.id, Jakarta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan benar-benar serius merampungkan terbentuknya semua Unit Usaha Syariah (UUS) pada sistem perbankan Indonesia selambat-lambatnya hingga akhir tahun 2023 .


"kalau perlu tidak sampai menunggu tahun 2023 sudah melakukan spin off. Bank Muamalat saja berdiri tanpa induk, masa bank lain yang mempunyai SDM sudah berpengalaman tidak bisa," kata pengamat ekonomi syariah M Ismail Yusanto, dalam keterangan resmi tertulisnya yang dikirim ke media belum lama ini.


Ismail mengatakan, ketika Unit Usaha Syariah (UUS) melakukan spin off dari induknya tentu akan menjadi lebih besar dan menjadi bank sendiri serta memiliki kebebasan. Menurut dia, saat ini UUS dan bank konvensional ibarat memiliki masing-masing kamar di dalam rumah yang sama.


"Diharapkan dengan adanya spin off tersebut, bukan hanya di dalam kamar, tapi punya rumah sendiri. Namun tetap dengan satu halaman dari rumah induknya," ujar Ismail.


Ismail beranggapan, upaya tersebut merupakan sebuah kemajuan, bahkan jika perlu semestinya rumah dan halamanya berbeda. Dia beralasan, sebab apa yang di cari bank konvesional, itu jutsru sesuatu yang dibenci bank syariah.


Kemudian hal lain yang disampaikan Ismail mengenai minat masyarakat untuk menaruh uangnya di bank jenis apa, itu kembali ke masing-masing perorangannya karena mereka yang memilih


"Bagaimana mereka ingin menabung di BUS atau Bank Umum Konvesional (BUK) itu persoalan lain, itu adalah persoalan edukasi. Namun permasalahanya, jutru yang paling banyak uang itu ada di bank konvesional, baik dari perusahaan, BUMN bahkan negara sendiri uangnya ada ada di bank konvensional. Coba ada regulasi bahwa pemerintah itu untuk keberkahan keuangan, pindah ke bank syariah, begitu juga dengan BUMN," tambahnya.


Ismail menyarankan kepada UUS yang akan berubah menjadi BUS supaya semua jasa pelayanannya sama dengan bank konvensional. Ismail juga mengingatkan, tingkat kompetisinya harus dinaikan, misalnya jangkauan dan kecagihan perangkat teknologinya.


"Sehingga di sisi lain ketika masyarakat sudah didorong-dorong untuk pindah ke bank syariah, banknya sendiri juga sudah siap," kata Ismail. (ch/has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment