Pembangunan UIII, Sejarawan Nilai Pemerintah Masih Peduli Rumah Cimanggis

(Jum'at, 19 Januari 2018) -

Sejarawan nilai pembangunan kampus UIII tak akan merusak Rumah Cimanggis. Pemerintah dinilai masih peduli.

Financial.id, Jakarta. Pemerintah Indonesia hingga kini dinilai masih memiliki kepedulian dan keseriusan untuk merawat serta menjaga bangunan Cagar Budaya sebagai warisan sejarah.


Pendapat tersebut dikemukakan Sejarawan dari UGM Fajar Pratikto, Jumat (19/1), menyikapi rencana pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).


Fajar menuturkan, hal tersebut dapaat disimpulkan dari perkataan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa pembangunan kampus UIII tidak akan menggusur serta merusak Rumah Cimanggis. Wapres mengungkapkan, hanya sekitar 15-20 hektare lahan di areal sekitar yang dimanfaatkan.


Guna diketahui, kampus UIII akan dibangun di areal komplek Tower RRI, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, dengan luas lahan 187 hektare. Dalam areal lahan tersebut berdiri sebuah kediaman bekas peninggalan istri kedua Gubernur Jenderal VOC Albertus Van Der Parra yaitu Yohana Van Der Parra.


Kediaman tersebut dibangun antara tahun 1771-1775 yang dikenal kemudian dengan nama Rumah Cimanggis. 


Fajar mengatakan, selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga tidak menyediakan informasi apapun mengenai Rumah Cimanggis tersebut sebagai bangunan bersejarah.


Fajar menjelaskan, ada juga tolak ukur dalam menentukan nilai sebuah bangunan sejarah. Tidak semua bangunan kuno peninggalan sejarah bisa dinyatakan sebagai Cagar Budaya. 


"Misalnya dikaitkan dengan peristiwa perjuangan bangsa, ketokohan, politik, sosial, budaya yang menjadi simbol nilai kesejarahan pada tingkat lokal maupun nasional," kata Fajar.


Hal lainnya yang menurut Fajar perlu diperhatikan adalah fakta bentuk Rumah Cimanggis yang selama ini amat mengenaskan dan telah rapuh. (al/sp)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment