OJK Minta Pakar Usulkan Ide Baru Keuangan Syariah

(Jum'at, 30 September 2016) -

Keuangan syariah Indonesia tetap bertahan, bahkan mengalami peningkatan di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil. Namun juga dirasakan masih ada kendala yang dihadapi keuangan syariah dan harus diselesaikan.

Financial.id, Jakarta. Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito mengatakan, berdasarkan Laporan Keuangan Syariah Indonesia Tahun 2015, mengalami pertumbuhan aset sebesar 10% atau Rp 617 triliun. Dia menyatakan, jumlah aset tersebut melebihi pertumbuhan keuangan konvensional.


"Tren yang sama juga terjadi di banyak negara yang mengembangkan keuangan syariah," ujar Sarjito, di Jakarta, kemarin, pada acara OJK International Conference on Islamic Finance yang digelar OJK.


Sarjito yakin bahwa masa depan keuangan syariah pada masa mendatang berpotensi positif dan semakin baik. Namun, kata dia, masih ada tantangan dan ketidakpastian dalam keuangan syariah yang harus dihadapi dan diselesaikan. 


Sulitnya mengembangkan bisnis keuangan syariah ke dalam wilayah hukum akibat berbeda-bedanya peraturan daerah dan intepretasi syariah merupakan salah satu masalah yang dialami.


Ditambah lagi lemah dan rentannya area manajemen risiko dan pemerintahan, serta kurangnya SDM yang memiliki kapasitas memadai terkait keuangan syariah.


"Saya berharap melalui pertukaran ilmu dan pengalaman antara ahli keuangan syariah terkemuka dan pemain industri berpengalaman, kita dapat menyusun strategi yang efektif untuk mengurangi tantangan tersebut ke depannya, membantu perkembangan kebutuhan keuangan syariah dan memicu perluasan, pertumbuhan dan perkembangan keuangan syariah," ujar Sarjito.


Menurut dia, konferensi yang digelar ini bertujuan untuk mendiskusikan ekspansi yang cepat dari keuangan syariah agar dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi global dan regional. Diharapkan munculnya persepektif baru keuangan syariah dan menyajikan solusi alternatif sebagai bukti bertahannya di new normal era kini. (has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment