OJK: Sektor Jasa Keuangan di Indonesia dalam Kondisi Baik dan Terjaga

(Jum'at, 28 April 2017) -

Sektor jasa keuangan di Indonesia berada dalam kondisi terjaga hingga triwulan semester 1 tahun 2017. Hal itu tampak dari beberapa indikator.

Financial.id, Jakarta. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, sektor jasa keuangan di Tanah Air hingga triwulan semester 1 tahun 2017 masih berada dalam kondisi yang baik dan terjaga. 


"Hal ini dilihat dari indikator kesehatan dan kinerja lembaga jasa keuangan terpantau memadai. Permodalan, kecukupan likuiditas dan indikator lainnya berada pada level yang cukup solid," ujar Muliaman, di Jakarta, kemarin.


Muliaman mencontohkan, Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan berada pada level sekitar 23 persen. OJK optimis tahun ini kredit perbankan dapat tumbuh lebih tinggi dibandingkan lalu, apalagi dengan tingginya permodalan. 


"Karena itu kami yakin bahwa lembaga jasa keuangan domestik akan tetap mampu memitigasi berbagai risiko yang dapat terjadi. Jika tahun lalu kredit perbankan telah tumbuh 8,796 yoy sampai Maret, tahun ini telah tumbuh 9,296 yoy," ucap Muliaman. 


Sementara, tutur Muliaman, indikator kualitas kredit yang di pantau melalui indikator Non-Performing Loan (NPL) juga menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan nominal NPL turun dari 2896 yoy pada Maret 2016 menjadi 17% yoy per Maret 2017 sehingga rasio NPL bisa ditahan pada level 3.04 persen gross per Maret 2017. 


"Kami memberikan perhatian pada peningkatan peran pasar modal domestik sehingga mereka dapat memenuhi pembangunan, termasuk juga untuk pendanaan infrastruktur dan pembiayaan UMKM," kata Muliaman. (ch/rul)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment