Mastercard Ajukan Izin Terbitkan Uang Elektronik

(Jum'at, 3 Maret 2017) -

PT Mastercard Indonesia mengajukan izin ke Bank Indonesia (BI) untuk menjadi penerbit uang elektronik. Mastercard juga berminat berpartisipasi dalam penyaluran bantuan pangan secara nontunai yang saat ini baru disalurkan oleh bank-bank BUMN.

Financial.id, Jakarta - PT Mastercard Indonesia mengajukan izin ke Bank Indonesia (BI) untuk menjadi penerbit uang elektronik. Mastercard juga berminat berpartisipasi dalam penyaluran bantuan pangan secara nontunai yang saat ini baru disalurkan oleh bank-bank BUMN.


Direktur Mastercard Indonesia Tommy Singgih menuturkan, pihaknya sebenarnya sudah mengajukan izin ke BI untuk menjadi penerbit uang elektronik sejak tahun lalu. Sejauh ini, pihaknya masih menunggu keluarnya izin dari BI. "Kami masih mengajukan izin ke Bank Indonesia, apakah disetujui tergantung BI. Tapi kami akan ikuti aturannya," ujar Tommy di Jakarta, Rabu (1/3).


Menurut dia, pihaknya siap menjadi penerbit uang elektronik dalam bentuk chip based maupun server based sesuai dengan arahan BI sebagai regulator. Saat ini, Mastercard tercatat baru memiliki izin sebagai prinsipal kartu debit dan kartu kredit. "Kami sudah kerja sama dengan 22 bank dan mungkin tahun ini bisa bertambah 1-5 bank. Kami juga ingin dapat bekerja sama dengan bank-bank pembangunan daerah," ungkap dia.


Dikutip dari laman Beritasatu.com, menurut Tommy, Mastercard memegang pangsa pasar untuk kartu kredit sebesar 40% dan 60% untuk kartu debit dari seluruh total kartu kredit dan kartu debit yang beredar di seluruh Indonesia. "Ke depan kami juga tentu ingin meningkatkan pangsa pasar kami," jelas dia.


Sementara itu, pada 1 Maret 2017 Mastercard menandatangani kesepakatan kemitraan strategis dengan PT Bank OCBC NISP Tbk untuk memfasiliasi transaksi pembayaran kartu debit bank tersebut. Melalui kerja sama tersebut, nasabah OCBC NISP dapat bertransaksi di jaringan Mastercard yang ada di 43,3 juta lebih lokasi di Indonesia.


Di sisi lain, Mastercard juga berminat untuk berpartisipasi dalam penyaluran bantuan pangan nontunai yang mulai digulirkan pemerintah. Namun, menurut dia, hal tersebut masih dalam pembicaraan sangat awal. "Tentu kami juga tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bersama dengan bank. Kami juga tentu tunduk dengan Bank Indonesia sebagai regulator," terang dia.*** (T/CH)


Sumber : -

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment