Kuasa Hukum SMAK Dago: Terbukti tak Sakit, Edward Soeryadjaya Harus Disidang di PN Bandung

(Jum'at, 15 Desember 2017) -

Kuasa hukum SMAK Dago berharap agar terdakwa keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 dapat disidangkan di PN Bandung.

Financial.id, Bandung. Kuasa hukum Yayasan Badan Pembina SMK Jawa Barat (YBPSMKJB) atau SMAK Dago Benny Wullur menyesalkan penangangan proses hukum para terdakwa dugaan keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005, terutama Edward Soeryadjaya, yang lambat dan hingga kini belum juga disidangkan.


Padahal menurut Benny, terdakwa Edward Soeryadjaya terbukti tidak sakit, bahkan kini menjadi tahanan Kejaksaan Agung sebab dugaan korupsi dana pensiun PT Pertamina (Persero) yang merugikan negara Rp 1,4 triliun.


"Saat itu terdakwa, khususnya Edward Soeryadjaya, mengaku sakit sewaktu disidangkan di PN Bandung," ujar Benny, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/12).


Diketahui, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung telah berlangsung 17 kali persidangan perkara dugaan keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 yang digunakan untuk mengklaim aset nasionalisasi SMAK Dago.


Tiga orang telah ditetapkan sebagai terdakwa yaitu Edward Soeryadjaya, Maria Goretti Pattiwael dan Gustav Pattipeilohy. Namun, terdakwa Edward Soeryadjaya dan Maria Goretti belum pernah mengikuti persidangan dengan dalih sakit.


Sedangkan pihak Dokter dan RSUD Tarakan Jakarta serta RS Hasan Sadikin Bandung menjelaskan bahwa kedua terdakwa bisa dihadirkan ke persidangan asal didampingi ahli medis.


Bahkan, pihak RSUD Tarakan Jakarta menyatakan, tidak pernah menerbitkan surat sakit permanen untuk Edward Soeryadjaya sehingga tidak dapat disidangkan.


Oleh sebab itu, Benny berpendapat, sudah seharusnya terdakwa Edward Soeryadjaya bisa dihadirkan untuk diadili juga di PN Bandung.


"Pertanyaan kami kapan terdakwa dapat dihadirkan? Bukankah sudah seharusnya hukum dapat ditegakkan kepada siapapun," Benny menuturkan.


Benny mengatakan, Semua orang punya hak dan kewajiban yang sama di depan hukum, termasuk tentunya terdakwa Edward Soeryajaya. (has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment