Konsumen Dihimbau Tunda Transaksi di Meikarta agar tak Dirugikan

(Senin, 9 Oktober 2017) -

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mensinyalir, pengembang mega properti Meikarta, di Cikarang, Jawa Barat, telah melanggar aturan mengenai perlindungan konsumen.

 

Financial.id, Jakarta. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mensinyalir, pengembang mega properti Meikarta, di Cikarang, Jawa Barat, telah melanggar aturan mengenai perlindungan konsumen.


YLKI menganggap, pembangunan proyek mega properti Meikarta masih belum memenuhi kelayakan izin. YLKI mengimbau, konsumen yang berminat memiliki pemukiman di sana agar menunda dulu transaksinya guna menghindari kerugian.


Demikian diungkapkan Ketua Bidang Pengaduan YLKI Mustafa Aqib Bintoro, Sabtu (7/10).


"Peraturan tersebut mengacu pada jaminan perlindungan konsumen. Jika belum terpenuhi, maka jaminan perlindungan konsumen masih amat lemah,” kata Mustafa.


Mustafa juga meminta, pengembang Meikarta ikut menunda semua bentuk transaksi kepada konsumen selama perizinannya belum rampung.


“Mengimbau Meikarta menahan atau menunda segala penjualan dan transaksi sampai semua izin rampung,” ujar Mustafa.


Mustafa menuturkan, Meikarta telah melakukan kegiatan pemasaran sebelum memenuhi persyaratan pasal 42 ayat 2 UU Nomor 20/2011 Ayat 2 tentang Pemasaran dan Jual Beli Rumah Susun. 


Sedangkan bila pengembang Meikarta membatalkan pembelian, ucap Mustafa, karena konsumen menunda pembayaran, agar melaporkannya ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) guna di proses secara hukum. (mgl/cr)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment