Komisi VI DPR: Kapasitas BUMN Tambang Belum Mampu seperti Freeport

(Sabtu, 14 Oktober 2017) -

Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso menganggap bahwa sampai saat ini belum ada industri BUMN bidang pertambangan yang kapasitasnya mampu seimbang atau melebihi PT Freeport Indonesia.

Financial.id, Jakarta. Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso menganggap bahwa sampai saat ini belum ada industri BUMN bidang pertambangan yang kapasitasnya mampu seimbang atau melebihi PT Freeport Indonesia.


Hal itu dikemukakannya menanggapi pernyataan Menteri BUMN yang mengatakan, BUMN siap mengelola lahan tambang PT Freeport Indonesia.


Sebelumnya, Pemerintah Indonesia meminta agar PT Freeport Indonesia melepas 51 persen sahamnya ke negara. Permintaan tersebut mendapat tanggapan keberatan dari PT Freeport Indonesia dan hingga kini proses divestasi saham belum juga usai.


“Kasus Freeport ini jangan menjadi komunitas politik. Seolah kita akan mengambil alih, namun sebenarnya kita belum mampu,” ucap Bowo, Jumat (13/10).


Bowo mengungkapkan, pemerintah harus bertahap melakukan perpindahan teknologi sekaligus manajemen sehingga jangan terkesan memaksakan dan terburu-buru.


Diketahui, ujar Bowo, mayoritas tenaga kerja di PT Freeport Indonesia merupakan warga negara Indonesia di bawah pengelolaan PT Freeport Indonesia. 


“Jika tidak secara bertahap, hancur semua. Kesiapan saja belum ada,” tutur Bowo.


Bowo mengimbau, BUMN harus menunggu kepastian dulu bahwa PT Freeport Indonesia bersedia melepas 51 persen sahamnya ke Pemerintah Indonesia.


Selain itu yang perlu juga dipastikan, ungkap Bowo, keuntungan lebih dari selama ini yang didapat masyarakat Papua bila saham PT Freeport Indonesia mayoritas dikuasai BUMN. (mgl/cr)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment