Kerap Defisit Keuangan, BPJS Kesehatan Salahkan Masyarakat

(Kamis, 5 Oktober 2017) -

Defisit keuangan yang terjadi setiap tahunnya dialami BPJS Kesehatan dianggap sebagai akibat masih kurang efektifnya kerja sama antar pihak dalam melaksanakan program JKN-KIS.

Financial.id, Jakarta. Defisit keuangan yang terjadi setiap tahunnya dialami BPJS Kesehatan dianggap sebagai akibat masih kurang efektifnya kerja sama antar pihak dalam melaksanakan program JKN-KIS.


Selain itu, masyarakat dinilai masih banyak yang belum terdaftar pada program BPJS Kesehatan guna dapat ikut serta dalam iuran kesehatan.


Demikian diungkapkan Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Partisipasi BPJS Kesehatan Irfan Humaidi, di Jakarta, Rabu (4/10). Menurut Irfan, ditambah lagi masih relatif banyak masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan menunggak iuran pembayaran.


Sedangkan Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPPKI) Mauris Widjajarta mengatakan, penyebab utama persoalan dialami BPJS karena tidak adanya standar pelayanan nasional. 


Mauris menjelaskan, standar pelayanan nasional berfungsi sebagai pemerataan mekanisme dalam melayani konsumen agar menjamin hak asasi manusia pada bidang kesehatan.


“Empat pilar utama jika pasien mau selamat adalah norma, standar pelayanan nasional, panduan atau pedoman dan aturan global lainnya,” ujar Mauris.


Mauris beranggapan, selama ini BPJS Kesehatan hanya memiliki pedoman dalam menjalankan tugasnya tanpa standar pelayanan nasional sehingga masalahnya tidak pernah tuntas.


Diketahui, BPJS Kesehatan selalu mengalami defisit keuangan setiap tahun. Tahun 2014, defisit BPJS Kesehatan tercatat Rp 3,3 triliun, kemudian 2015 meningkat Rp 5,7 triliun dan tahun 2016 menjadi 9,7 triliun. (mgl/cr)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment