Industri Jasa Keuangan Syariah di Indonesia Mengalami Peningkatan

(Rabu, 7 September 2016) -

Industri jasa keuangan syariah di Indonesia, berdasarkan data yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengalami peningkatan. Kondisi ini tentu menandakan sisi positif menunjang perekonomian nasional.

Financial.id, NTB. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia. 


Data perkembangan keuangan syariah tersebut diungkapkan pihak OJK bertepatan dengan kegiatan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XV, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berlangsung 6-8 September 2016.


Berdasarkan keterangan resmi OJK kepada media, belum lama ini, per Juni 2016 sektor perbankan syariah memiliki total aset Rp 306,23 triliun dan terdiri dari 12 BUS, 22 UUS dan 165 BPRS. Aset perbankan syariah tersebut tumbuh sebesar 11,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Industri ini mengelola 18,31 juta rekening dana masyarakat melalui kurang lebih 2.557 jaringan kantor di seluruh Indonesia.


Untuk sektor pasar modal syariah, data per Juli 2016 menunjukkan bahwa jumlah saham syariah mencapai 325 saham atau 61,21% dari seluruh saham di pasar modal dengan nilai kapitalisasi mencapai Rp 3.172,19 triliun (berdasarkan Indeks Saham Syariah Indonesia). 


Adapun, nilai outstanding 47 sukuk korporasi saat ini adalah Rp 10,76 triliun atau 3,97% dari nilai outstanding seluruh sukuk dan obligasi korporasi. Selain itu, terdapat 109 Reksa Dana Syariah dengan total NAB mencapai Rp 9,93 triliun atau 3,23% dari total NAB Reksa Dana.


Sementara untuk sektor IKNB Syariah, per Juni 2016 terdapat 121 perusahaan yang menyelenggarakan usaha berdasarkan syariah. Terdiri dari 56 perusahaan asuransi syariah atau reasuransi syariah, 40 lembaga pembiayaan syariah, 7 lembaga modal ventura syariah, 6 lembaga jasa keuangan khusus syariah dan 12 lembaga keuangan mikro syariah.


Dari sisi aset, IKNB Syariah mengelola aset sebesar Rp 78,04 triliun yang terdiri dari Rp 30,61 triliun dari sektor asuransi dan reasuransi syariah, Rp 29 triliun dari sektor pembiayaan syariah, Rp 1,1 triliun dari sektor modal ventura syariah, Rp 17,3 triliun dari sektor jasa keuangan khusus syariah dan Rp 60 miliar dari sektor keuangan mikro syariah. (has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment