INDEF: Kasus Transfer Rp 18,9 Triliun Bisa Jadi Momentum Peringatan ke WP Nakal

(Selasa, 10 Oktober 2017) -

Kasus transfer dana berjumlah amat banyak hingga Rp 18,9 triliun dari British Channel of Guernsey, Inggris, ke Singapura, yang diketahui dilakukan oleh WNI pada akhir tahun 2015 dinilai sebagai upaya menghindari pajak.

 

Financial.id, Jakarta. Kasus transfer dana berjumlah amat banyak hingga Rp 18,9 triliun dari British Channel of Guernsey, Inggris, ke Singapura, yang diketahui dilakukan oleh WNI pada akhir tahun 2015 dinilai sebagai upaya menghindari pajak.


Menurut peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, Senin (9/10), kasus transfer bisa saja dikaitkan dengan analisa-analisa lainnya. Namun, ucap Bhima, paling mendekati soal menghindari pajak.


Bhima menjelaskan, Singapura hingga saat ini menjadi tujuan utama para pelaku penghindar pajak sebab merupakan negara yang belum mengaplikasikan kerangka kerja global pertukaran data.


Bhima mengatakan, nasabah WNI yang melakukan transfer dana berjumlah fantastis tersebut perlu dipastikan oleh Pemerintah Indonesia apakah telah ikut program tax amnesty (pengampunan pajak). 


Bhima menyampaikan, walaupun nasabah tersebut ternyata telah mengikuti proga tax amnesty, pemerintah tetap perlu mencocokkan nilai selisih antara jumlah uang dengan harta yang dideklarasikan. 


Bhima juga menyarankan agar pemerintah mempublikasikan nasabah itu guna memberikan peringatan kepada Wajib Pajak (WP) yang mencoba ingin tidak patuh.


“Jika memang terbukti ada pelanggaran pidana perpajakan, pemerintah harus cepat publikasi, minimal inisial pelaku,” ujar Bhima. (mgl/cr)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment