Ekonomi Cina Bisa Pulih Melalui Investasi Sektor Infrastruktur dan Teknologi

(Minggu, 7 Mei 2017) -

Investasi yang tepat di sektor infrastruktur dan ketersediaan teknologi dianggap akan memulihkan kondisi ekonomi Cina.

Financial.id, Jakarta. Melambatnya ekonomi Cina dapat diselesaikan melalui investasi yang tepat di sektor infrastruktur serta teknologi. Dorongan peningkatan ekonomi di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan juga mempengaruhi.


Dilansir dari kantor berita internasional Voice of America, Presiden ADB Takehiko Nakao bersama para pemimpin kreditor kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan, Sabtu (6/5), sebelum mengawali rapat Dewan Gubernur ADB, mengatakan, investasi sebaiknya dipusatkan pada proyek bermutu tinggi dan teknologi harus disediakan untuk semua.


Nakao optimis mengenai prospek Asia yang akan menghasilkan separuh pertumbuhan ekonomi dunia. Pertumbuhan umunnya diperkirakan 5,7 persen tahun 2017 dan ekonomi India, Bangladesh, Indonesia, Myanmar, Filipina dan Vietnam kini sedang menguat.


Sedangkan Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan, Jepang sebagai donor terbesar ADB akan menyumbang US$ 40 juta untuk dana promosi penggunaan teknologi tinggi.


Aso mengungkapkan, ADB memperkirakan lebih dari US$ 26 triliun dibutuhkan untuk pelabuhan, tenaga listrik, air dan infrastruktur lain sebelum tahun 2030 atau lebih dari US$ 1,7 triliun setahun. Tingkat pengeluaran sekarang untuk infrastruktur adalah dibawah US$ 900 milyar.


Menurut Aso, ADB harus memprioritaskan negara-negara yang lebih miskin dalam mengalokasi keuangannya dan membantu negara-negara berpenghasilan menengah ke atas dengan keahlian dalam bidang seperti perlindungan lingkungan. (rul/has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment