Dianggap Kesulitan, Muncul Usulan Mengganti BPR Jadi Lembaga Pembiayaan

(Jum'at, 26 Agustus 2016) -

Muncul usulan keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dianggap sudah sulit agar diganti dengan lembaga pembiayaan saja. Namun usulan tersebut tidak sepenuhnya diterima Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Financial.id, Jakarta. Kepala Departemen Kebijakan Pengembangan Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Imansyah mengungkapkan, posisi dan keadaan Badan Perkreditan Rakyat (BPR) di Indonesia saat ini memang sedang sulit.


Kondisi itu diakibatkan sumber dana yang dimiliki BPR tergolong minimal. Padahal, kata Imansyah, salah satu peran perbankan adalah mendukung pembangunan infrastruktur yang diterapkan Pemerintah Indonesia.


"BPR berada di tugas itu, namun dana minim dan kurang berkembang. Belum lagi akses lokasi BPR yang kadang sulit terjangkau, beda dengan bank konvensional," ujarnya, di Jakarta, Jumat (26/8).


Namun Imansyah berpendapat tidak setuju bila karena persoalan itu, kemudian muncul usulan agar BPR ditutup dan berganti ke jenis lembaga pembiayaan.


"Justru dengan masalah BPR seperti itu harus dipikirkan bagaimana jalan keluarnya supaya dapat kembali berkontribusi, terutama mendukung pembangunan infrastruktur dan memberikan keuntungan," tutur dia.


Menurut Imansyah, bila memang ingin mengganti struktur BPR menjadi lembaga pembiayaan, maka harus banyak sisi dipikirkan keuntungan serta kerugiannya. Bisa saja, kata dia, BPR yang telah memenuhi persyaratan, justru dinaikan statusnya hingga ditambah modal keuangannya.


"Namun kalau memang sudah tidak layak, boleh saja menjadi lembaga pembiayaan. Jadi tidak semua BPR hanya karena persoalan dana, tapi dipilah lagi," ujar Imansyah. (has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment