Cetak Tenaga Kerja Kompeten, Kemnaker Terapkan Sistem PBK BLK

(Minggu, 20 Agustus 2017) -

Kemanker coba perkecil angka tenaga kerja tidak kompetensi melalui penerapan sistem PBK BLK.

Financial.id, Jakarta. Kementerian Tenaga Kerja berupaya mengoptimalkan peranan balai latihan kerja (BLK) melalui sistem yang dinamakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK).


Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Herry Sudarmanto, hal tersebut dilatari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa tingkat lulusan SD dan SMP masih mendominasi tenaga kerja di Indonesia yang kini berjumlah 131 juta orang.


Guna memperkecil tenaga kerja yang mayoritas hanya lulusan SD dan SMP tersebut, ucap Herry, sistem PBK yang diterapkan ke Kemnaker ke setiap BLK diharapkan lebih berperan mengatasinya.


"Padahal untuk menghadapi persaingan dunia kerja, mereka (tenaga kerja) perlu mengasah kemampuan dan kompetensi sesuai dibutuhkan masing-masing industri," kata Herry melalui keterangan resmi tertulisnya pada diskusi media, di Jakarta, Minggu (20/8).


Sistem PBK pada BLK diharapkan Kemnaker menjadi alternatif solusi guna mempersiapkan daya saing tenaga kerja global yang semakin menguat.


Herry mengungkapkan, selain penerapan sistem PBK pada BLK, Kemnaker melakukan program 3R yaitu revitalisasi, rebranding dan reorientasi.


"Program ini berencana menjadikan semua BLK mampu menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya masif tetapi juga fokus sesuai kebutuhan industri," ujar Herry.


Saat ini jumlah BLK di seluruh Indonesia berjumlah 301 unit. Dari jumlah tersebut, 17 BLK merupakan milik pemerintah pusat atau BLK Unit Pelaksana Teknis Pusat.


Sedangkan sisanya menjadi milik pemerintah daerah atau BLK Unit Pelaksana Teknis Daerah. (has/sp)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment