Capai Pemerataan Pendidikan, Pemerintah Terapkan Sistem Zonasi

(Kamis, 31 Agustus 2017) -

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI akan menerapkan sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan di Indonesia.

Financial.id, Jakarta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini mulai menerapkan aturan sistem zonasi kepada peserta pendidikan tahun ajaran baru.


Dasar hukum pemberlakuan sistem zonasi pendidikan tersebut dengan diterbitkannya Permendikbud Nomor 17/2017. 


Menurut Mendikbud Muhadjir Effendy, sistem ini diberlakukan untuk mengurangi ekslusivitas, rivalitas serta diskriminasi di sekolah-sekolah negeri yang merupakan barang publik. 


Dengan begitu, pemberian bantuan atau afirmasi menjadi tepat sasaran, baik yang berupa sarana dan prasarana sekolah, maupun peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan.


“Saya memahami kondisi saat ini dimana pendidikan masih terpusat di Pulau Jawa. Dengan sistem zonasi, kita semua harus yakini bahwa tidak lama lagi pendidikan dapat bergeser dan merata di daerah-daerah lain,” ujar Muhadjir pada diskusi media, di Jakarta, Rabu (30/8).


Sampai saat ini, Muhadjir mengungkapkan, sistem zonasi dalam praktiknya masih banyak kekurangan karena merupakan tahun pertama diberlakukan. 


Muhadjir menjelaskan, Kemendikbud akan terus mencoba menerapkan sistem ini secara bertahap sambil menunggu kesiapan daerah. 


Muhadjir mengemukakan, dekatnya jarak keberadaan siswa dengan sekolah menjadi aspek penting dalam sistem zonasi. Harapannya, ucap Muhadjir, seluruh siswa memperoleh kesempatan belajar karena kewajiban pemerintah.


Muhadjir mengungkapkan, sistem zonasi pendidikan tidak berdasarkan basis wilayah pemerintahan dan sifatnya dinamis. Zonasi daerah akan diperluas cakupannya jika tertentu angka kepadatan siswanya besar.


“Saat ini kami sudah menghitung berapa daya tampung masing-masing sekolah, berapa jumlah anak kelas 6 SD dan kelas 3 SMP. Selanjutnya yang berperan menentukan kuota dan mengarahkan pembagiannya berdasarkan hasil Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di zona tersebut," tutur Muhadjir. (eng/cr)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment