Butuh Tujuh Syarat Majukan Industri Padat Karya di Indonesia

(Minggu, 14 Agustus 2016) -

Industri padat karya saat ini belum menunjukkan kualitas pertumbuhannya di Indonesia. Padahal industri padat karya mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Financial.id, Jakarta. Sejak tahun 2015, industri padat karya di Indonesia mengalami kondisi penurunan yang drastis. Bahkan, kondisi itu tidak juga membaik hingga memasuki kuartal I statistik perekonomian Indonesia tahun 2016 yang hanya tidak lebih dari 1%.


"Penyebabnya karena masyarakat kita masih kurang minat menggunakan produk lokal, bangga dengan buatan luar negeri. Ditambah lagi pemerintah juga kurang optimal menekan penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)," kata anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Benny Soetrisno, di Bogor, Jawa Barat, kemarin.


Kondisi bahan baku yang terbatas, ujar Benny, juga menjadi kendala rendahnya industri padat karya di Indonesia. Padahal, kata dia, bahan baku jenis industri ini amat banyak di Indonesia, namun selama ini lebih banyak untuk komoditas ekspor.


"Misalnya batik. Sebelumnya jarang sekali masyarakat Indonesia enggan memakai batik. Namun setelah batik terus dipromosikan, lama-lama baru masyarakat menyukai batik sekarang ini. Jadi pertumbuhannya amat lama," ucap Benny.


Padahal, menurut Benny, industri padat karya dapat banyak menyerap tenaga kerja. Tentu saja penyerapan tenaga kerja yang maksimal dari industri padat karya dapat mendukung pengentasan kemiskinan melalui berkurangnya penggangguran di Indonesia.


Guna mengatasi persoalan di industri padat karya tersebut, Benny mengatakan, mulai saat ini perlunya jaminan pemenuhan pasokan bahan baku, meningkatkan kualitas manusia Indonesia, peningkatan kapasitas industri nasional, pembangunan sarana dan prasarana, perlindungan pasar domestik dari beredarnya barang ilegal serta revitalisasi mesin. (has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment