Bukalapak dan Bareksa Hadirkan Fitur Reksadana Syariah Terbaru

(Rabu, 12 April 2017) -

Produk jasa keuangan reksadana syariah terbaru kembali diluncurkan. Bukalapak dan Bareksa bersama Mandiri Manajemen Investasi menggagas poduk reksadana syariah tersebut.

Financial.id, Jakarta. Bukalapak dan Bareksa bekerjasama dengan Mandiri Manajemen Investasi menghadirkan produk terbaru reksadana syariah yang dikemas dalam fitur BukaReksa.


Hadirnya produk layanan keuangan syariah tersebut dilatari alasan amat potensialnya Indonesia sebab memiliki penduduk dengan mayoritas beragama Islam.


Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky mengatakan, BukaReksa memberikan kemudahan berinvestasi melalui fiturnya dan imbalan hasil yang mencapai delapan persen selama setahun.


“Kami berharap semua kalangan masyarakat Indonesia dapat belajar berinvestasi lewat fitur ini. Selain itu, lewat fitur ini diharapkan berkontribusi menaikkan jumlah nasabah reksadana di Indonesia,” kata Zaky dalam keterangan resmi tertulisnya kepada media, Selasa (11/4).


Zaky mengungkapkan, sebagai pemegang lisensi APRD (Agen Penjual Reksa Dana), Bareksa menjamin produk reksadana syariah BukaReksa adalah bentuk investasi yang diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


“Dengan menggandeng Mandiri Manajemen Investasi sebagai pembuat produk Reksadana Syariah Mandiri BukaReksa Pasar Uang, para pengguna Bukalapak dapat berinvestasi di produk ini dengan minimal dana hanya Rp 10 ribu saja,” Zaky membeberkan.


Direktur Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasasi mengatakan, OJK terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Tanah Air. OJK menyambut positif kehadiran setiap inovasi teknologi untuk mendukung dan mencapai tujuan tersebut.


“Hal ini membantu kami melaksanakan Roadmap Pasar Modal Syariah Indonesia 2015-2019 agar terwujud,” tutur Fadilah.


Sedangkan CEO Bareksa Ady Pangerang menyebutkan, tingkat keinginan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di reksadana syariah cukup besar untuk platform Bareksa.


“terlihat dari perbandingan jumlah AUM syariah terhadap total AUM yang berada sekitar 15 persen. Kalau dibandingkan dengan Industri sendiri yang hanya berada di sekitar 4.5 persen, porsi ini cukup besar. Kami juga melihat ada sekitar 5 persen investor kami yang hanya memilih untuk berinvestasi di produk syariah,” ujar Ady. (ch/has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment