Bank Muamalat Gelontorkan Pembiayaan Sindikasi Pembangunan Jalan Tol

(Jum'at, 23 September 2016) -

Bank Muamalat bekerjasama dengan ASBADA melakukan kerjasama pembiayaan sindikasi pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja. Pembiayaan itu sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah terkait pembangunan infrastruktur.

Financial.id, Jakarta. Kerjasama sindikasi pembiayaan pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja dilakukan antara Bank Muamalat Indonesia (Bank Muamalat) dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), di Jakarta, kemarin.


Dana pembiayaan sindikasi yang disalurkan untuk pembangunan jalan tol Soreang- Pasir Koja mencapai Rp 834 miliar. Nantinya jalan tol Soreang-Pasir Koja akan dikelola oleh PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ).


Pembiayaan sindikasi untuk pembangunan jalan tol tersebut merupakan yang pertama kali di Indonesia dilakukan oleh bank syariah. Sedangkan kerjasama pembiayaan sindikasi menerapkan skema murabahah, yaitu Bank Muamalat bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah Unit Usaha Syariah sebagai Mandated Lead Arranger (MLA).


Dengan disalurkannya pembiayaan sindikasi ini, menjadi bukti dukungan bank syariah terhadap pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Indonesia, seperti jalan tol Soreang-Pasir Koja. Pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja ini diperkirakan nantinya akan memberikan manfaat untuk peningkatan ekonomi nasional, khususnya di Soreang, Jawa Barat.


"Selain mempunyai prospek ekonomi potensial di Indonesia, investasi pembangunan jalan tol menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah yaitu untuk mendukung konektivitas. Dalam hal ini, diperlukan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha (BUMN dan swasta) dan tentunya perbankan, agar dapat memberikan dampak positif yang lebih banyak lagi, terutama bagi perkembangan ekonomi,” ujar Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman.


Sedangkan Direktur Korporasi Perbankan Bank Muamalat, Indra Y Sugiarto, merasa optimis dengan kerjasama pembiayaan sindikasi pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja.


"Kami dan BPD Unit Usaha Syariah peserta sindikasi lainnya optimis melihat potensi pembiayaan pembangunan jalan tol ini sebagai peluang untuk meningkatkan portofolio pembiayaan perusahaan serta untuk mendukung program pembangunan pemerintah," tutur Indra.


Jalan Tol Soreang-Pasir Koja telah melalui 96% proses pembebasan lahan dan 40% proses pembangunan fisik. (has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment