BKPM Ajak Lembaga Keuangan Terbesar di Cina Kerjasama Investasi

(Jum'at, 21 April 2017) -

Kegiatan promo investasi terus di dorong Pemerintah Indonesia. BKPM menggandeng lembaga jasa keuangan terbesar di Cina agar ikut menumbuhkan investasi di Indonesia.

Financial.id, Jakarta. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya mendorong promosi investasi di Indonesia. Belum lama ini, BKPM menggandeng China Export and Credit Insurance Corporation (Sinosure) yang merupakan lembaga keuangan terbesar di Cina dan dunia. 


Realisasi mencapai itu dengan dilakukannya penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Kerjasama Mempromosikan Penanaman Modal oleh Azhar Lubis selalu Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal sekaligus Plt Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal BKPM dan Zha Weimin sebagai Vice President Sinosure.


“Pada saat menarik investasi ke Indonesia, maka mitra penyedia jasa keuangan yang reliable akan lebih mudah untuk memfasilitasi para calon investor merealisasikan kegiatan perdagangan dan investasinya di Indonesia. Sehingga diharapkan hasil yang konkrit dapat dicapai dengan adanya kerjasama tersebut,” ujar Azhar dalam keterangan resmi tertulisnya kepada media.


Azhar mengatakan, bekerjasama dengan lembaga keuangan nasional maupun internasional merupakan salah satu upaya BKPM meningkatkan arus penanaman modal ke Indonesia. 


“Nota Kesepahaman Bersama antara BKPM dan Sinosure ini bertujuan meningkatkan investasi Tiongkok ke Indonesia. Begitu juga sebaliknya serta meningkatkan kemitraan antara pengusaha Indonesia dan Cina,” ucap Azhar.


Menurut dia, hal itu bisa terwujud dengan pertukaran informasi tentang kebijakan dan peluang investasi di kedua negara, termasuk proyek pembiayaan investasi khusus di bidang infrastruktur, industri, pertambangan, pertanian, energi dan transportasi.


“Apabila memenuhi persyaratan dan kelayakan, Sinosure dapat memberikan layanan kredit asuransi kepada investor Tiongkok yang akan melakukan kegiatan investasinya di Indonesia,” tutur Azhar.


Sinosure didirikan pada tahun 2001 oleh Pemerintah Tiongkok untuk mendukung kerjasama perdagangan dan ekonomi luar negeri yang menyediakan asuransi ekspor kredit ke perusahaan pelaku eskpor barang modal, teknologi dan jasa serta kegiatan investasi di dalam dan luar negeri. (ch/has)


Sumber : Financial.id

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment