Adira Menerbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 2,5 Triliun

(Kamis, 4 Juni 2015) - Jakarta. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk mencari pendanaan dari pasar modal. Emiten yang mejeng di lantai bursa dengan kode saham ADMF ini menerbitkan obligasi dan Sukuk mudharabah senilai Rp 2,5 triliun. Berdasarkan prospektus, perusahaan Pembiayaan yang menyalurkan kredit sepeda motor ini merilis obligasi sebesar Rp 2 triliun dalam dua seri yakni seri A dan seri B. Penerbitan surat utang ini -merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 8 triliun.
Lalu, Adira Finance juga menawarkan Sukuk mudharabah berkelanjutan II Adira Finance Tahap I Tahun 2015 hingga Rp 500 miliar. Ini juga masih menjadi bagian dari PUB sebanyak Rp 1 triliun.

Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, I Dewa Made Susila menjelaskan, komposisi besaran Obligasi seri A dan obligasi seri B bergantung dengan kondisi pasar. \"Saat ini kami masih dalam tahap penawaran awal,\" ujar Made, Rabu (3/6).

Masa penawaran awal obligasi dimulai pada 29 Mei 2015 hingga 8 Juni 2015. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan pada 17 Juni 2015. Dus, Obligasi Adira sudah bisa ditawarkan pada 18 Juni dan 19 Juni 2015.

Perkiraan penjatahan obligasi ditargetkan pada 22 Juni 2015 dan distribusi Obligasi pada 24 Juni 2015. \"Dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi ini akan kami gunakan untuk Pembiayaan baru,\" imbuh Made.

Adira Finance memasang target Pembiayaan baru (booking) di tahun ini bisa mencapai Rp 35 triliun hingga Rp 36 triliun. Namun, sepanjang tiga bulan pertama 2015, nilai booking anak usaha Bank Danamon ini baru mencapai Rp 7 triliun, turun 13,58% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp 8,1 triliun.

Meski terkoreksi, Adira Finance belum berencana merevisi target. Adira Finance mengharapkan kondisi di industri Pembiayaan bakal membaik di kuartal kedua. Sehingga, pada paruh pertama tahun ini bisa mencatatkan booking hampir separuh dari target yakni antara Rp 15 triliun sampai Rp 16 triliun.

Buka hanya memenuhi kebutuhan pembiayaan, penerbitan surat utang ini juga untuk menutup Obligasi jatuh tempo. Di Tahun Kambing Kayu ini. Adira harus membayar obligasi jatuh tempo sebesar Rp 3,7 triliun.

Asal tahu saja, sebanyak 50% pendanaan Adira berasal dari obligasi. Sisanya 30% dari 30% didapat dari pinjaman luar negeri dan 20% adalah pinjaman dalam negeri.

Dina Farisah

Sumber : Harian Kontan

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment