Dua UUS Dipisah Tahun Ini

(Jum'at, 15 Mei 2015) - JAKARTA - Dua perusahaan asuransi yakni PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dan PT Asuransi Jasa Indonesia, akan menyelesaikan proses spin off Unit Usaha Syariah paling lambat akhir tahun ini.
Nelly Husnayati, Vice President Director Manulife Indonesia, menyatakan proses spin off Unit Usaha Syariah (UUS) saat ini sudah setengah jalan.

\"Prosesnya baik, sedang diurus di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), insyaallah tahun ini,\" katanya seusai pemaparan kinerja Manulife Indonesia 2014, Selasa (12/5).

Kontribusi UUS Manulife Indonesia terhadap total premi perusahaan saat ini berkisar antara 5%-10%. Tahun lalu, total premi dan deposit perusahaan itu mencapai Rp16,3 triliun. Nelly mengatakan kontribusi jalur distribusi keagenan secara keseluruhan untuk UUS mencapai 15% dari 10.181 agen yang ada saat ini.

Adi Permana, Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), sebelumnya memprediksi jumlah pemain industri Asuransi syariah akan bertambah dari 48 unit saat ini menjadi 50 unit sampai akhir tahun.

\"Per semester 1/2014, total perusahaan asuransi syariah sebanyak 48 unit, mudah-mudahan pada akhir tahun bisa bertambah 50 unit,\" katanya.

Erwin Noekman, Kepala Unit Bisnis Tafakul Jasindo, mengatakan proses spin off perusahaannya sedang berjalan dan diperkirakan bisa selesai pada tahun ini. \"Ditunggu saja. Proses sudah jalan terus. Sebenarnya Iebih dari sekadar off, tapi nanti kami akan beritahu lebih lanjut,\" ujarnya.

Undang-Undang Asuransi No.40/2014 menyatakan UUS asuransi diharuskan untuk memisahkan diri dari entitas ini duknya. Adapun, proses spin off tersebut wajib dilakukan dalam jangka waktu 10 tahun ke depan.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah (Perpu) No.39/2008, UUS diwajibkan untuk memenuhi ketentuan modal minimum sebesar Rp25 miliar. Jika berbentuk full fledge asuransi syariah, modal minimum naik menjadi Rp 50 miliar, sedangkan untuk perusahaan reasuransi syariah, modal minimum ditentukan Rp100 miliar.

Peraturan tersebut merupakan strategi pemerintah untuk menggenjot kontribusi keuangan syariah, terutama asuransi syariah, yang selama ini pertumbuhannya cukup signifikan.

Di sisi lain, PT Sun Life Financial Indonesia belum memulai proses pemisahan pada tahun ini karena memilih fokus menguatkan bisnis UUS terlebih dahulu.

Eddy Belmans, Country Manager Sun life Indonesia, mengatakan pihaknya telah memiliki struktur keagenan syariah tersendiri sebanyak 1.000 agen yang nantinya diharapkan menjadi unit tersendiri, tetapi belum dilakukan pada tahun ini.

\"Secara regulasi periode yang diberikan 10 tahun. Kami akan mengambil baby step, untuk berkembang dulu namun ke depannya akan jadi unit usaha tersendiri,\" katanya.

(irene agustine)

Sumber : Bisnis Indonesia

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment