Logo dan Slogan Pasar Modal Syariah

(Rabu, 6 Mei 2015) - JAKARTA - Setelah melalui lomba terbuka sejak Februari lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan satu logo dan slogan pasar modal syariah. Keduanya diharapkan bisa menjadi representasi pasar modal syariah Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan Pasar Modal syariah, OJK berupaya memunculkannya melalui sayembara logo dan slogan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, termasuk publik dan industri.

OJK akhirnya menetapkan satu logo dan slogan sebagai visualisasi identitas dan komunikasi prinsip Pasar Modal syariah. Logo Pasar Modal syariah berupa tiga alur ke atas dengan bangun datar oktagonal yang muncul di bawahnya. Logo ini berwarna hijau kuning yang dinilai Nurhaida sebagai warna yang ceria.

\"Logo dan slogan ini kami harap bisa digunakan untuk promosi dan menjual produk Pasar Modal syariah,\" kata Nurhaida dalam peluncuran logo, slogan, dan roadmap Pasar Modal syariah di Jakarta, Selasa (5/5).

Pembuat logo Pasar Modal syariah, tutur Nurhaida, terinspirasi air mancur yang membagi hasil merata. Tiga alur ke atas dalam logo merepresentasikan tangan ke atas sebagai lambang syukur dan kebersamaan. Sementara, oktagon di luar tiga alur menjadi ciri yang sangat khas dengan Islam.

Slogan \"Berinvestasi yang Amanah\" mewakili Pasar Modal syariah di mana invetasinya legal dan pelakunya berkomitmen menjaga kepercayaan investor.

\"Logo melambangkan kesejahteraan dan keadilan. Logo ini harus mudah diingat dan merepresentasikan inklusivitas dan amanah,\" kata Nurhaida.

Logo dan slogan ini diharapkan bisa membuat masyarakat ingat dan makin banyak terlibat di Pasar Modal baik untuk berinvestasi maupun menjadi emiten.

Deputi Pengawas Pasar Modal I OJK Sarjito mengungkapkan, logo dan slogan adalah upaya pengenalan Pasar Modal syariah dan representasi nilai-nilainya kepada masyarakat.

Dari sekitar 1.100 logo dan 939 slogan, dipilih 335 logo dan slogan yang dipamerkan di kantor OJK untuk ikut dipilih masyarakat. Dari hasil rapat Dewan Komisioner, pemenang adalah dosen Sekolah Tinggi Telkom Lampung.

Sumber : Republika

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment