Beralih ke Layanan Digital, Premi AXA Life Indonesia Melonjak

(Selasa, 5 April 2016) -

Perusahaan asuransi jiwa PT AXA Life Indonesia mencatat pertumbuhan premi yang signifikan sejak mulai bertransformasi ke layanan digital pada tahun 2014.

Jakarta, (The Financial) - Perusahaan asuransi jiwa PT AXA Life Indonesia mencatat pertumbuhan premi yang signifikan sejak mulai bertransformasi ke layanan digital pada tahun 2014.


Pada tahun 2015, pendapatan premi baru AXA Life Indonesia melonjak 48 persen dibandingkan tahun 2014.


Presiden Direktur AXA Life Indonesia Hengky Djojosantoso Selasa (5/4/2016) di Jakarta menjelaskan mengapa layanan digital bisa mendongkrak kinerja asuransi.


“Layanan digital merupakan kebutuhan konsumen. Dengan aplikasi digital, layanan asuransi dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Buktinya, banyak industri yang mulai beralih ke aplikasi untuk kemudahan dan kenyamanan nasabah.. Contohnya di industri transportasi dengan hadirnya perusahaan penyedia aplikasi transportasi. Di industri asuransi, jumlah nasabah yang membeli lewat digital terus bertumbuh,” kata Hengky.


Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menambahkan, selain lebih cepat, layanan digital juga dapat memangkas ongkos operasional perusahaan.


Biaya operasional seperti biaya kurir, transportasi, hingga pencetakan polis dapat dihemat hingga 50 persen.


Hal itu tentu akan menguntungkan nasabah karena biaya premi menjadi lebih murah.


 


Prospek cerah


Layanan digital, termasuk di industri asuransi, jelas memiliki prospek cerah.


Sebab, pengguna internet terutama melalui telepon seluler terus meningkat di Indonesia.


Menurut lembaga riset pasar e-Marketer, populasi pengguna internet di Tanah Air mencapai 83,7 juta orang pada 2014.


Indonesia berada di peringkat ke-6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pengguna internet.


Pada 2017, eMarketer memperkirakan pengguna internet di Indonesia bakal mencapai 112 juta orang, mengalahkan Jepang di peringkat kelima yang pertumbuhannya lebih lamban.


Analis Senior eMarketer Monica Peart menyebutkan, negara berkembang seperti Indonesia dan India masih memiliki ruang pertumbuhan jumlah pengguna internet yang besarnya bisa mencapai dua digit setiap tahun.


Menurut Hengky, kini semakin banyak nasabah mulai mencari informasi tentang asuransi lewat internet.


Meskipun belum sepopuler layanan keuangan digital di perbankan, Hengky optimistis tidak lama lagi pembelian asuransi secara digital juga akan menjadi pilihan masyarakat.


"Ini bisa terjadi saat pemahaman masyarakat akan asuransi semakin meningkat," kata dia.


 


 


OJK/M Fajar MartaPremi Asuransi Jiwa  


 


 


Transformasi penuh


Hengky menjelaskan, sejak 2014, layanan digital AXA life terus berkembang.


Mulai April 2016, penjualan produk oleh kantor AXA Life akan menggunakan layanan digital secara penuh melalui e-buy.


Dengan demikian, calon nasabah tinggal mengisi dokumen melalui aplikasi jika ingin membeli produk AXA Life.


Begitu pula, jika nasabah ingin mengajukan klaim. Nasabah cukup mengajukan klaim melalui aplikasi Whatsapp (WA), email, maupun online portal AXA.


Kendati begitu, kata Hengky, AXA Life Indonesia tetap memberikan layanan lewat telemarketing ataupun agen.


Karena, masih ada nasabah yang lebih suka berinteraksi langsung dengan manusia.


“Kehadiran digital tidak akan menggusur 100 persen agen, telemarketing, ataupun bancassurance di dunia asuransi. Kanal manual itu tetap akan ada, tinggal bagaimana mereka bisa beradaptasi,” katanya. (Kmp/Ch)


Sumber : -

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment