Musim PHK, Ekonomi Indonesia Justru Diprediksi Tumbuh

(Senin, 8 Februari 2016) - Indonesia kini tengah memasuki musim pemutusan hubungan kerja (PHK).
Jakarta, (The Financial) - Indonesia kini tengah memasuki musim pemutusan hubungan kerja (PHK). Perlambatan ekonomi global dan penurunan harga minyak dunia telah menyebabkan perusahaan yang bergerak pada bidang migas, automotif, dan elektronik memutuskan untuk melakukan efisiensi perusahaan, salah satunya adalah dengan melakukan PHK.

Namun, PHK yang saat ini tengah mengancam puluhan ribu tenaga kerja di Indonesia diperkirakan tidak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, sejak kuartal terakhir 2015, ekonomi Indonesia telah berangsur pulih dengan tingkat pertumbuhan mencapai 5,04 persen.

“Kita harus melihat secara over all. Sebenarnya kalau kita lihat kredit itu kan mulai tumbuh. Kemudian pada kuartal pertama (2016) pemerintah juga menargetkan proyek-proyek telah berjalan. Jadi uang yang beredar sudah mulai bertambah,” ujar Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Destry Damayanti kepada Okezone, MInggu (7/2/2016).

Destry melanjutkan, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2016 justru akan mengalami pertumbuhan dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,71 persen. Syaratnya, pemerintah perlu bekerja keras untuk meningkatkan industri padat karya agar dapat menyerap pengangguran yang diakibatkan oleh PHK.

“Pemerintah bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi. Penguatan industri domestik yang sifatnya padat karya itu harus cepat termasuk insentif harus cepat direalisasi, sehingga industri padat karya itu bisa bangkit lagi, apakah itu food industry, industri sepatu, itu kan semua sifatnya padat karya. Jadi saya lihat 4,8 persen sampai 4,9 persen bisa tercapai pada kuartal I,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Konfederasi Sarekat Pekerja Indonesia (KSPI), hingga Maret 2016 akan terdapat 10.000 PHK dari berbagai perushaan. Hingga saat ini, telah terdapat 13 perusahaan yang akan melakukan PHK. Perusahaan tersebut yaitu Panasonic, Toshiba, Shamoin, Starlink, Jaba Garmindo, Yamaha, Astra Honda Motor, Hino, Astra Komponen, AWP, Aishin, Musashi, dan Sunstar. (Okz/Ch)

Sumber : -

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment