BMT Adalah Arteri Uang Ke Pedesaan

(Senin, 18 Januari 2016) - Sebuah negara maju, pastilah lembaga keuangannya juga besar dan bagus. Maka BMT sebagai lembaga keuangan desa juga berfungsi sama agar desa menjadi maju," kata Aries Muftie seperti dikutip The Financial dari ICMI Media, Senin (18/1) di Jakarta.
Jakarta, (The Financial) - Pakar ekonomi syariah dan BMT, Dr Aries Muftie mengatakan, Baitul Maal wa Tamwil atau BMT adalah lembaga keuangan yang menjadi jalur utama arus masuknya uang ke pedesaan agar perekonomian tetap hidup.

"Sebuah negara maju, pastilah lembaga keuangannya juga besar dan bagus. Maka BMT sebagai lembaga keuangan desa juga berfungsi sama agar desa menjadi maju," kata Aries Muftie seperti dikutip The Financial dari ICMI Media, Senin (18/1) di Jakarta.

Menurut Aries, meskipun sebuah desa punya sumber daya alam dan manusia yang bagus tapi kalau lembaga keuangan desa lemah maka mereka tak akan bisa menciptakan bisnis. "Uang itu kan darah dalam kehidupan masyarakat, darah dipompa dari jantung ke vena, jantung itu BI Vena itu perbankan. Tapi kalau dari jantung darah itu tidak sampai ke desa atau ujung-ujung tubuh,maka jari jemari akan putus karena tidak ada suplai oksigen masuk," jelas Aries.

Karena itu, agar uang itu sampai ke desa dibutuhkan saluran arteri yaitu BMT agar uang mengalir sampai ke desa. Karena menurut Aries, tanpa ada uang ke desa, maka ekonomi desa akan mati dan akan memunculkan dampak yang lebih buruk lagi.

"Yang jelas dampaknya pertama akan muncul urbanisasi, SDM desa akan pindah ke kota mencari uang," kata Aries.

Padahal menurut Ketua Dewan Syuro Absindo itu, desa harusnya jadi ketahanan pangan, energi dan air. Namun, karena terjadi urbanisasi maka semua itu hilang dan melemahkan negara, sehingga yang terjadi adalah dibukanya kran impor lebih besar lagi.

"Selain itu, desa itu unsur religi dan budayanya kuat. Kalau warganya banyak pindah ke kota, maka akan lemah dan berubah jadi gaya hidup hedonisme," kata Aries yang juga Ketua Pokja SDSB ICMI itu. Hilangnya ke-3 hal itu menurut Aries, bakal membahayakan kehidupan negara.

"Jelas sekali, karena desa adalah sumbernya petani, dan petani bukan hidup di metropolitan. Karena itu, kongres umat islam atau KUI mencanangkan gerakan SDSB atau satu desa satu BMT yang tujuannya setiap desa dapat menjadi desa emas, sebuah desa yang masyarakatnya mendapatkan award Desa Emas," terang Aries.

Konsep Desa Emas adalah konsep yang digunakan untuk menggambarkan peradaban desa yang tangguh, mandiri, bermartabat, sejahtera dan membawa dampak kepada pembangunan bangsa, yaitu Desa Membangun Indonesia, demikian diterangkan Aries.***ICMI/Red/R1

Sumber : -

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment