Pemerintah Bentuk Komite Nasional Keuangan Syariah

(Rabu, 6 Januari 2016) - Pemerintah membentuk komite nasional keuangan syariah. Komite ini langsung dipimpin oleh presiden dengan anggota pengarah beberapa menteri dengan otoritas Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta kalangan profesional ekonomi syariah.
Jakarta, (The Financial) - Pemerintah membentuk komite nasional keuangan syariah. Komite ini langsung dipimpin oleh presiden dengan anggota pengarah beberapa menteri dengan otoritas Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta kalangan profesional ekonomi syariah.

"Tugasnya adalah harmonisasi dari undang-undang, ‎literasi keuangan syariah," kata Sofyan Djalil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di kantor presiden, Selasa, 5 Januari 2016. Selain itu komite ini juga mengedukasi dan mendorong produk syari'ah seperti wakaf dan zakat.

Banyak masyarakat yang menganggap, kata dia, dorongan keuangan syariah mendorong lebih besar peningkatan perekonomian.

Sofyan mengatakan Presiden menugaskan Sekretaris Kabinet untuk menyiapkan peraturan presiden sesegera mungkin. Selain Bank Indonesia dan OJK, anggota komite adalah LPS, Menteri Keuangan, Menteri Agama, Menteri Koperasi dan UKM dan Menteri BUMN. Majelis Ulama Indonesia sebagai Dewan Pengarah dan Kepala Bappenas sebagai Sekretaris Komite.

Presiden Joko Widodo mengatakan meski ekonomi dunia melambat, perkembangan sektor jasa keuangan syariah masih sangat menjanjikan dan cukup baik untuk pemerintah kembangkan. Hal itu, kata dia, tercermin dari pertumbuhan perbankan syariah, peningkatan reksa dana syariah, peningkatan dan industri keuangan non-bank syariah.


"Saya sangat menghargai sekali upaya OJK untuk mengeluarkan kebijakan yang menjadi bagian dari paket kebijakan deregulasi dalam rangka stimulus perbankan syariah," kata dia. Jokowi ingin ada terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kontribusi perbankan syariah dalam percepatan pembangunan ekonomi nasional. (Tmp/Ch)

Sumber : -

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment