Pemerintah Harus Ubah Paradigma Gas Jadi Penopang Ekonomi

(Minggu, 3 Januari 2016) - Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi, Achmad Safiun, mengatakan penerapan open access tak hanya berpengaruh pada efisiensi dan turunnya harga gas. Kebijakan itu hanya bisa diterapkan kalau jaringan pipa gas tersebut milik pemerintah.
Jakarta, (The Financial) - Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi, Achmad Safiun, mengatakan penerapan open access tak hanya berpengaruh pada efisiensi dan turunnya harga gas. Kebijakan itu hanya bisa diterapkan kalau jaringan pipa gas tersebut milik pemerintah.

“Kalau masih milik badan usaha tetap akan sulit untuk menurunkan harga karena perusahaan akan mengejar keuntungan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (2/1).



Kebijakan open access pipa gas ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2009. Aturan itu menyebutkan, dalam melaksanakan kegiatan usaha niaga gas bumi melalui pipa, badan usaha wajib memakai pipa transmisi dan distribusi yang tersedia untuk dapat dimanfaatkan bersama (open access) pada ruas transmisi dan wilayah jaringan distribusi tertentu. Adapun saat ini pemerintah Indonesia hanya memiliki 56 persen saham di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Achmad berharap pemerintah mengubah paradigm gas sebagai komoditi menjadi sebagai penopang ekonomi. Dengan demikian, pemerintah akan berusaha menekan harga gas bagi industri sehingga industri bisa tumbuh dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. “Selama itu belum dilakukan tidak mungkin industri kita bisa bersaing dengan negara lain karena masih terbebani dengan harga gas yang cukup tinggi,” ujarnya.

Direktur Utama Pertagas, Hendra Jaya, mengatakan open access akan memberikan manfaat yang lebih besar khususnya bagi konsumen karena harga gas lebih murah. "Semakin banyak gas yang melalui pipa gas, harganya akan murah, biaya toll fee-nya makin turun, tentunya baik bagi konsumen," kata Hendra beberapa waktu lalu.

Selama ini, pasokan gas Pertamina untuk PGN berasal dari Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi (PHE). Sekitar 300 MSCFD kebutuhan gas PGN dipenuhi oleh Pertamina, termasuk pasokan langsung dari lapangan yang dikelola Pertamina EP dan PHE maupun melalui penggunaan infrastruktur Pertamina. Pasokan gas eksisting untuk PGN dari Pertamina dialokasikan untuk PGN Belawan sebanyak 2 MMSCFD, PGN Pangkalan Susu 7 MMSCFD, PGN melalui SSWJ 250 MMSCFD, PGN Cirebon 5 MMSCFD, PGN Jatim West Madura Offshore 18 MMSCFD, dan PGN Medan 8 MMSCFD.

Open access pipa secara optimal juga dinilai akan menguntungkan PGN dan Pertagas. Selama ini rata-rata utilisasi pipa Pertagas mencapai 50 persen, sedangkan utilisasi pipa Pertagas oleh PGN masih rendah sekitar 3 persen-12 persen. (Brs/Ch)

Sumber : -

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment