LPS: NIM Perbankan Baiknya Fokuskan Diturunkan

(Selasa, 15 Desember 2015) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan Indonesia sebaiknya difokuskan untuk diturunkan sehingga bisa juga menurunkan suku bunga kreditnya
Jakarta, (The Financial) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan Indonesia sebaiknya difokuskan untuk diturunkan sehingga bisa juga menurunkan suku bunga kreditnya.

"Kita harusnya berfokus untuk bagaimana caranya menurunkan NIM perbankan, sehingga bisa menurunkan suku bunga kredit perbankan tersebut," kata Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan di Jakarta, Senin.

NIM perbankan, kata Fauzi, butuh diturunkan pasalnya Indonesia merupakan negara dengan margin bunga bersih yang tertinggi di ASEAN yaitu 5 persen.

"Jika NIM ini bisa diciutkan ke level negara tetangga yaitu 1,5 persen, otomatis suku bunga kredit perbankan bisa diturunkan walaupun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) tidak diturunkan," ujarnya.

Dengan turunnya suku bunga kredit perbankan, lanjut Fauzi, otomatis akan meningkatkan kegiatan perekonomian, kendati BI rate dipastikan akan sulit untuk turun secara drastis karena ada pertimbangan situasi global yang dipicu suku bunga acuan bank sentral AS (the FED).

"Tapi penurunan NIM itu jangka panjang, karena banyak aspek yang harus diperhatikan untuk melakukan hal seperti itu," kata dia.

Kendati demikian, Fauzi mengatakan dirinya meyakini pertumbuhan ekonomi akan mengalami pertumbuhan pada tahun 2016 sebesar 5,3 persen yang lebih tinggi dari tahun 2015 di angka 4,8 persen.

"Selain itu kita juga memprediksi inflasi masih akan terkendali, kurs dolar di kisaran Rp14 ribu bahkan lebih kuat lagi, kita optimis untuk tahun depan terlebih jika realisasi proyek infrastruktur cepat dilaksanakan, multiplayer effect-nya akan terasa dan perbaikan ekonomi akan terjadi sejak semester I tahun 2016," katanya.

Kenaikan BI Rate menurut sebagian besar pihak, akan berdampak terhadap perekonomian dan sektor riil, pertumbuhan ekonomi akan melambat. Di sisi lain, kenaikan BI Rate akan mengakibatkan kenaikan suku bunga perbankan.

Bank sebetulnya bisa menaikkan suku bunga simpanan ataupun pinjaman.Kenaikan suku bunga simpanan akan mendorong masyarakat menunda kegiatan konsumsi karena memilih menyimpan dana di bank.

Kenaikan suku bunga simpanan akan meningkatkan biaya dana bank. Karena tidak ingin margin tertekan, bank harus menaikkan suku bunga pinjaman, namun Langkah bank menaikkan suku bunga pinjaman akan berhadapan dengan risiko kredit bermasalah. (Ant/Ch)

Sumber : -

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment