Menanti Paket Kebijakan Ekonomi Ke-VII di Pekan Ini

(Senin, 16 November 2015) - Pemerintah telah mengeluarkan enam paket kebijakan ekonomi. Adapun keenam paket tersebut masih akan berdampak di 2016. Begitu pun pada sektor Industri, di mana keenam paket ini terasa meningkatkan pertumbuhan industri tapi rasanya itu baru terlihat di 2016.
Jakarta, (The Financial) - Pemerintah telah mengeluarkan enam paket kebijakan ekonomi. Adapun keenam paket tersebut masih akan berdampak di 2016. Begitu pun pada sektor Industri, di mana keenam paket ini terasa meningkatkan pertumbuhan industri tapi rasanya itu baru terlihat di 2016.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian yang dikutip, keenam paket tersebut memiliki efek masing-masing pada setiap paketnya dalam menunjang kinerja di sektor Industri.

Seperti paket kebijakan ekonomi I, yang diterbitkan 9 September 2015, bagi kinerja industri paket ini membuat deregulasi, debirokratisasi serta penegakan hukum yang memberikan kepastian usaha. Terjadinya perombakan pada 89 peraturan, tentunya hal ini dalam rangka memperlancar kegiatan usaha.

Pada 29 September 2015, pemerintah kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi tahap II, isinya pun persetujuan tax allowance dan tax holiday. Intensif PPN impor barang tertentu memberikan kelonggaran PPN tidak dipungut untuk beberapa industri alat transportasi, utamanya untuk galangan kapal, kereta api, pesawat, dan suku cadangannya.

Kemudian paket kebijakan ekonomi pemerintah pun berlajut dengan paket III pada 7 Oktober 2015. Dalam paket ini, terjadi penyesuaian harga BBM, listrik dan gas, otomatis penurunan harga ini membuat industri pun kembali bergairah. Lalu adanya pemberian KUR dengan tingkat bunga yang sebelumnya 22 persen menjadi 12 persen.

Dalam paket kebijakan ekonomi IV, 15 Oktober 2015, pemerintah memberikan kredit modal kerja untuk industri yang melakukan ekspor dengan besaran pinjaman 50 miliar per perusahaan dan ditambahkan kepastian formula pengupahan. Keduanya membuat perusahaan mendapat kepastian dengan penetapan upah ini, dan bagi industri yang melakukan ekspor bisa meningkatkan produksinya dengan mengajukan pinjaman kredit hingga 50 miliar.

Di paket kebijakan ekonomi ke V terdapat beberapa poin yang mendorong kinerja Industri, seperti revaluasi aset, perlakuan khusus PPh atas penilaian kembali aktivitas tetap untuk tujuan perpajakan yang diajukan pada 2016 dan 2016.

Terakhir, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan VI, yang memberikan intensif bagi Kawasan Ekonomi Khusus. Intensif tersebut, PPh (Tax holiday dan tax allowance), pembebasan PPN dan PPnBM importasi, dan kepabeanan, ketenagakerjaan, pertanahan, dan perizinan.

Keenam paket ini yang mendorong diharapkan mampu mendorong kinerja Industri lebih baik dibandingkan saat ini.

Selanjutnya, pemerintah akan kembali menggulirkan paket kebijakan ke VII. Menurut Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution, paket itu akan digulirkan pekan ini.

"Ada bahas dana desa, nanti malah mungkin untuk paket ‎kebijakan minggu ini soal dana desa‎," sebut Darmin saat ditemui di Universitas Indonesia, Senin 9 November lalu.

Untuk diketahui, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015, pemerintah menggelontorkan dana Rp20,8 triliun ke daerah. Sayangnya, masih banyak dana yang masih menganggur.

Sementara itu, APBN 2016, jumlah transfer ke daerah dan dana desa meningkat tajam. Dalam APBN 2016 transfer ke Daerah dan Dana Desa dipatok sebesar Rp770,2 triliun.

Soal detail ini paket kebijakan ke-VII, kita tunggu saja pengumumannya pekan ini. (Okz/Ch)

Sumber : -

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment