Pangkas Emiten Melantai di BEI

(Senin, 14 September 2015) - Bursa Efek Indonesia (BEI) merasa harus realistis di tengah kondisi perekonomian seperti saat ini. Target 32 emiten yang baru sulit terpenuhi. BEI pun memangkas target menjadi 20 perusahaan. Dari 12 yang telah terealisasi, nilainya hampir menyamai total 2014.
Corporate Secretary BEI Irmawati Amran menyatakan, total nilai penawaran saham perdana (initial public offering/lPO) dari Januari 2015 hingga akhir pekan lalu sudah mencapai Rp 9,02 triliun. Angka sebesar itu hanya kurang Rp 10 miliar dari total nilai IPO dari 24 emiten sepanjang 2014 yang sebesar Rp 9,12 triliun. \"Ada sepuluh emiten baru yang menerbitkan saham dan dua emiten mencatatkan saham kembali (relisting) sepanjang Januari 20 1 5 hingga saat ini,\" tutur Irmawati di Jakarta kemarin.

Berdasar data tersebut, pihaknya meyakini bahwa nilai emisi penerbitan saham baru melalui IPO bisa melebihi realisasi 2014 meskipun dari sisi jumlah perusahaan berpotensi lebih sedikit. \"Masih ada kemungkinan total nilai IPO tahun ini yang akan melampaui tahun lalu,\" tambah Irma. Sedikitnya ada lima perusahaan calon emiten baru di pipeline BEI. Mereka adalah PT Victoria insurance, PT Intermix, PT Vallianz Offshore Maritim, PT Ciputra Residence Kino Corporation, dan PT Radio Mahaka Integra (induk Gen FM dan Jak FM).

Sementara itu, saham tambahan sepanjang Januari hingga 11 September 2015 di luar emiten baru dicatatkan 1 4 emiten yang melakukan rights issue dengan nilai emisi (fund raise) Rp 31,68 triliun. Angka tersebut 19,22 persen di bawah Rp 39,22 triliun yang merupakan nilai rights issue dari 22 emiten sepanjang 2014.

Sebelumnya, BEI menginformasikan, emisi Obligasi dan Sukuk korporasi yang tercatat sepanjang tahun ini berjumlah 37 produk dengan nilai emisi Rp 48,51 triliun.

Sumber : Jawa Pos

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment