OJK: Literasi Keuangan RI kalah dari Singapura

(Jum'at, 28 Agustus 2015) - Angka literasi masyarakat Indonesia terhadap produk keuangan masih rendah dibandingkan negara anggota ASEAN. Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalukan berbagai usaha agar RI dapat meningkatkan level literasi mengalahkan Malaysia dan Singapura.
Angka literasi masyarakat Indonesia terhadap produk keuangan masih rendah dibandingkan negara anggota ASEAN. Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalukan berbagai usaha agar RI dapat meningkatkan level literasi mengalahkan Malaysia dan Singapura.

“OJK bertanggung jawab terhadap edukasi dan peningkatakan literasi keuangan masyarakat. karena itu OJK memberi apresiasi kepada Pengadaian yang telah melakukan aktivitas literasi keuangan kepada murid sekolah,” puji Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono di Kantor Pusat PT Pegadaian (Persero) Kamis (27/8).

Titu sapaan akrab Kusumaningtuti S Soetiono menyatakan banyak penduduk yang masih kurang tentang keuangan. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh OJK, terungkap dari 100 warga, hanya 22 warga yang mengerti literasi keuangan.

Memang disadari, RI memiliki wilayah yang luas dibandingkan negara ASEAN lain dan perlu kerja keras.
“Salah satu cara mengenalkan literasi keuangan kepada usia muda yakni OJK telah meluncurkan buku Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan. Ini sangat bagus untuk memberi pemahaman kepada pelajar,” pinta Titu.

Berkaitan dengan itu, PT Pegadaian (Persero) men yerahkan buku “Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan” kepada 20 sekolah SMU/SMK di wilayah Jabodetabek dan Banten. Penyerahan buku ini dilakukan oleh Titu didampingi oleh Direktur Utama Pegadaian Riswinandi di Kantor Pusat PT Pegadaian (Persero) Kamis (27/8).

“Kami bertanggungjawab untuk menyebarluaskan literasi keuangan. Untuk itu, kami membagikan buku ini ke sekolah-sekolah,” tukas Riswinandi dalam sambutannya.
Selain menyerahkan buku, Pegadaian menyalurkan program bina lingkungan kepada 4 sekolah SMU/SMK berupa komputer untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Sekolah yang menerima bantuan tersebut adalah MAN II Bogor, SMAN I Cabang Bungin Cikarang, SMKN Mauk, dan Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum, Anyer.

Sesuai dengan Kerangka Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia yang dicanangkan oleh OJK, Pegadaian melaksanakan program literasi melalui tiga pilar. Pilar pertama, Edukasi dan Kampanye Nasional Literasi Keuangan.
Kegiatan yang telah dilakukan adalah : menjadi peserta Pasar Keuangan Rakyat, nara sumber, sosialisasi laku mikro, trainning of trainer, operasionalisasi mobil si Molek, dan berbagai kegiatan lain yang dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Institusi Jasa Keuangan (IJK) lainnya di berbagai kota. Pilar kedua, Penguatan Infrastruktur Literasi Keuangan. Berupa pembagian 10.000 eksemplar buku

“Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Institusi Jasa Keuangan” kepada sekolah SMU/SMK di 12 kantor wilayah Pegadaian di seluruh Indonesia. Kali ini merupakan giliran terakhir untuk kantor wilayah 8 dan 9 Jakarta, yakni untuk 20 sekolah SMU/SMK di wilayah Jabodetabek dan Banten. Untuk 10 kantor wilayah yang lain telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Pilar ketiga, Pengembangan Produk dan Jasa Keuangan. Untuk mengimplementasikan pilar ketiga ini kami bersama-sama dengan bank dan asuransi meluncurkan Layanan Keuangan Mikro. Layanan keuangan ini diberikan dengan mengkombinasikan antara produk Emasku, Tabunganku, dan/atau Asuransiku.
Emasku yaitu produk pembiayaan investasi emas yang dikeluarkan oleh Pegadaian dalam bentuk emas lantakan 24 karat bersertifikat Antam dengan berat 1 gram. Produk ini dapat diperoleh dengan uang muka 100 ribu rupiah dan diangsur selama 12 bulan. Sampai bulan Juli 2015 tercapai omzet Rp 449 juta.

Setelah acara penyerahan buku dan bantuan bina lingkungan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan literasi keuangan dan produk Pegadaian. Pada kegiatan tersebut Deputi Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis Tanjung Priok Rudi Kurniawan menjelaskan tentang Pegadaian dan produk-produknya.

Produk Pegadaian Secara umum produk Pegadaian terdiri dari 3 inti layanan yaitu bisnis pembiayaan, bisnis emas, dan aneka jasa. Bisnis pembiayaan terdiri dari pembiayaan berbasis gadai dan fidusia baik secara konvensional maupun syariah.
Bisnis emas terdiri dari investasi emas secara tunai dan angsuran baik secara personal maupun kolektif, serta produk terbaru yaitu Tabungan Emas Pegadaian. Sedangkan produk aneka jasa meliputi jasa pengiriman uang (remiten), jasa multi pembayaran online, jasa penyimpanan (safe deposit box), jasa pengujian dan sertifikasi batu mulia, serta bisnis perhotelan.

Produk Tabungan Emas Pegadaian mendapatkan respon yang amat baik dari masyarakat. Sejak diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Garut (5/7) lalu, produk ini mengalami pertumbuhan yang amat pesat. Diawali dengan percontohan (pilot project) 7 kantor cabang di Jakarta, saat ini dapat dilayani di 72 cabang di semua provinsi. Jumlah rekening tercatat 9.301 orang dengan saldo tabungan emas sejumlah 7.183 gram atau setara dengan uang sekitar Rp 3,6 miliar. (Snhrpn/CH)

Sumber : -

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment