Empat Emiten Siap Terima Suntikan Dana

(Rabu, 19 Agustus 2015) - Tahun depan, enam emiten pelat merah akan memeriahkan Pasar Modal. Empat perusahaan akan rights issue dan dua entitas anak akan menawarkan saham perdana (IPO).
Aloysius Kiik Ro, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, mengatakan, dua BUMN yang akan IPO adalah anak usaha i emiten. "Saya masih belum bisa bilang siapa dan target emisi, karena mereka harus RUPS dulu," kata dia, Selasa (18/7).

Empat perusahaan BUMN yang akan rights issue tahun depan adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Wijaya Karya Tbk (WIRA), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Kementerian BUMN akan mengajukan keempat emiten pelat merah itu ke DPR untuk mendapatkan penanaman modal negara (PMN) dua pekan lagi.

Sebelumnya, PTPP mengajukan PMN Rp 2 triliun. Dana ini untuk pembangunan proyek pembangkit listrik dan pelabuhan. Hanya sja, manajemen belum menyampaikan target dana rights issue. "Kami masih menunggu pembahasan lebih lanjut," ujar Agus Kana, Sekretaris Perusahaan PTPP.

PTPP tengah membidik tiga proyek pembangkit listrik dan satu pelabuhan. Di proyek pembangkit listrik, PTPP akan menggandeng mitra strategis. "Perseroan optimistis mencapai target perolehan proyek baru tahun ini Rp. 27 triliun karena tekad pemerintah mempercepat pelaksanaan proyek-proyek APBN, proyek BUMN dan swasta," ujar Bambang Triwibowo, Direktur Utama PTPP.

Sementara WIKA berharap suntikan dana Rp 3 triliun dari PMN. Jika DPR mengabulkan permohonan ini, maka perseroan akan menggelar rights issue. Pemerintah melalui Kementerian BUMN menguasai 65% saham emiten konstruksi pelat merah ini. Dengan demikian, WIKA berpotensi meraup dana rights issue Rp 4,61 triliun.

Suradi, Sekretaris Perusahaan WIKA, mengatakan, dana suntikan modal akan dipakai sebagai bagian belanja modal untuk mendanai sejumlah proyek. "Ada transportasi massal, listrik dan beberapa proyek infrastruktur lain," kata Suradi.

Adityawarman, Direktur Utama JSMR, mengatakan, pihaknya mengemukan PMN Rp 1,25 triliun.

Dengan kepemilikan saham pemerintah 70%, total rencana rights issue tahun depan mencapai Rp 1,78 triliun. "Itu kami jadikan bagian belanja modal tahun depan untuk ekspansi," kata dia. Namun, ia mengaku belum bisa mengestimasi total belanja modal tahun depan. Hanya saja, Jasa Marga kini tengah mengikuti sejumlah tender proyek jalan tol.

Hans Kwe, direktur Investa Saran Mandiri, menilai, PMN akan berdampak positif ke saham-saham emiten penerima, terutama yang berhubungan dengan infrastruktur dan konstruksi karena sesuai program pemerintah. "Sangat positif terhadap WIKA dan PTPP," ujar Hans.

Sedangkan dampak ke JSMR tidak terlalu besar. Mengingat dana PMN mengalir untuk pembangunan jalan tol. Hans bilang, JSMR butuh waktu lama untuk dapat menikmati hasil pembangunan jalan tol. Sedangkan emiten kontstruksi dapat memperoleh pendapatan dengan cepat dari kontrak proyek.

Saat ini, Hans merekomendasikan beli untuk WIKA, PTPP dan JSMR dengan target harga masing-masing Rp 3.300, Rp 4.200 dan Rp 6.800. Kemarin, harga saham ketiga perusahaan pelat merah ini berturut-turut ditutup pada Rp 2.705, Rp 3.800 dan Rp 5.475.

Sumber : Harian Kontan

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment