Dana Perlindungan Investor Saham Diperbesar

(Rabu, 8 Juli 2015) - Investor pasar modal, khususnya saham, mendapatkan angin segar. Dana perlindungan yang dikelola PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3EJ) segera dinaikkan hingga delapan kali lebih tinggi daripada posisi saat ini
Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, pihaknya segera membahasnya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar kenaikan dana perlindungan segera terealisasi setidaknya dua bulan mendatang. \"Kita segera bahas dengan OJK. Intinya, kita naikkan untuk kebaikan industri,\" kata dia di sela pencatatan saham perdana PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) di gedung BEI kemarin (7/7).

Dalam pembahasan dengan OJK, akan ditentukan langkah teknis penyediaan dana agar P3EI memiliki posisi keuangan lebih kuat. Salah satunya, Self Regulatory Organizations (SRO) yang terdiri atas BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai induk P3EI menyuntikkan modal tambahan.

Tito menginginkan kenaikan protectionfund itu terjadi empat sampai delapan kali lebih tinggi daripada sekarang. \"Ada hitung-hitungannya. Nanti dihitung dengan satu teori. Pada dasarnya, ya kita coba tingkatkan kenyamanan investor untuk bertransaksi di bursa. Investor protectionfund ini yang sedang kita kencangkan sosialisasinya,\" ulasnya.

Inisiatif itu merupakan langkah lanjutan untuk meningkatkan keamanan di pasar modal, terutama bagi investor. Sebelumnya, dilakukan kerja sama lanjutan SRO dengan Bank Indonesia (BI) untuk mengoptimalkan penggunaan sistem BI-RTGS untuk penyelesaian transaksi.

Namun, belum ditentukan apakah kenaikan perlindungan dana itu hanya diberikan untuk investor atau termasuk lembaga kustodian. Di P3EI, batas maksimal ganti rugi aset efek saat ini Rp 25 juta untuk investor, sedangkan bagi kustodian Rp 50 miliar.

Dengan asumsi semua akan ditingkatkan, ganti rugi untuk investor menjadi Rp 100 juta hingga Rp 200 juta. Bagi kustodian, ganti rugi menjadi Rp 200 miliar hingga Rp 400 miliar.

Sumber : Jawa Pos

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment