BPR Jaga Kualitas Kredit

(Rabu, 1 Juli 2015) - Bank Perkreditan Rakyat di sejumlah daerah berupaya meningkatkan kualitas kredit guna memacu kinerja tahun ini.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel misalnya, berencana memprioritaskan perbaikan rasio kredit bermasalah guna mengejar target laba usaha tahun ini yang telah ditetapkan Rp5.07 miliar, atau naik empat kali lipat dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp1.47 miliar.

Direktur BPR Sumsel Alibasya Abubakar mengatakan lonjakan kenaikan laba tersebut didorong dari pelunasan kredit Menurutnya, BPR Sumsel berupaya menurunkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang terlalu tinggi.

\"Pada tahun-tahun yang lalu, NPL kami sempat menembus level 10%. Namun, secara bertahap itu terus menurun. Kami menargetkan kredit bermasalah tersebut bisa lunas, dan menyumbang laba sekitar Rp5 miliar pada tahun ini,\" katanya. Selasa (30/6).

Dia mengungkapkan tingginya NPL disebabkan kondisi ekonomi Sumsel yang sedang menurun lantaran anjloknya harga komoditas seperti karet dan batubara. Alhasil, katanya, hal tersebut berdampak pada nasabah BPR Sumsel.

Meski demikian, dia menilai target laba usaha tersebut cukup realistis, seiring dengan kondisi ekonomi yang sedikit membaik. Menurutnya, realisasi laba usaha BPR Sumsel hingga Mei 2015 sudah mencapai Rp4.15 miliar, atau 51 % dari target.

\"Sara kira NPL di Sumsel ini tinggi karena memang sebagian besar portofolio kredit itu disumbang dari kredit produktif ketimbang kredit konsumtif. Berbeda dengan BPR di Pulau Jawa, yang kreditnya lebih banyak dari kredit konsumtif, katanya.

Guna mengurangi rasio NPL tersebut. BPR miKk Pemprov Sumsel tersebut bakal menerapkan sejumlah cara, salah satunya mengintensifkan penagihan kredit Alibasya berharap NPL pada tahun ini mampu mendekati 5%.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel Patahuddin mengatakan BPR harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, terutama bagi sektor usaha yang terkait komoditas.

\"Memang harus diwaspadai, apalagi NPL dari BPR yang ada di Sumsel ini sudah menyentuh 11,02% pada kuartal 1/2015, atau hampir dua kah lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 6,75%,\" katanya.

KREDIT RAMADAN

Di sisi lain, BPR Hasa-mitra optimistis dapat menyalurkan kredit hingga Rp15 miliar selama Ramadan tahun ini.

Direktur Bisnis BPR Hasamitra I Made Semadi mengatakan sejak awal Ramadan hingga saat ini, penyaluran pembiayaan melalui Promo Kredit Ramadan sudah mencapai Rp9 miliar. \"Jika dibandingkan bulan-bulan biasa, jumlah itu meningkat sekitar 20%,\" kata Made, Selasa (30/6).

Menurutnya, pada bulan biasa penyaluran kredit BPR yang melayani nasabah di Makassar dan sekitarnya ini. hanya sekitar Rp10 miliar-Rp13 miliar. Jumlah itu berasal dari Pembiayaan yang disalurkan kantor pusat, ditambah dengan empat cabang yang berlokasi di Gowa. Daya. Bone dan Palopo.

Made mengatakan Promo Kredit Ramadan merupakan salah satu upaya untuk mendongkrak penyaluran pembiayaan di tengah lesunya perekonomian saat ini.

(RINGKANG GUMIWANG/WIWIEK DWI ENDAH)

Sumber : Bisnis Indonesia

COMMENTS
LEAVE A REPLY
Name *
Email *
Website
Comment